Loading...
Loading...
KRICOM - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief angkat bicara soal keputusan Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid untuk memberikan dukungannya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma'ruf Amien.
Menurut mantan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana di era Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, Yenny tidak sepenuh hati mendukung Jokowi-Ma'ruf. Pasalnya, idealisme Yenny tidak sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh Jokowi sebagai Presiden RI saat ini.
Menurut Andi, Yenny saat ini mencari pemimpin yang memenuhi kebutuhan dasar dan calon presiden yang tidak mercusuaris. "Menurut saya, perasaan terdalam Yeni tidak mendukung Jokowi," ujar Andi lewat akun Twitter pribadinya, @AndiArief__ pada Rabu (26/9/2018).
"Jokowi secara prinsip tidak menganut pendekatan basic need. Dia secara tidak sadar menganut aliran efek tetesan ke bawah lewat pembangunan mercusuar infrastruktur," paparnya lebih lanjut.
Karena itu, Andi menduga sejatinya Jokowi bukanlah pemimpin yang seharusnya didukung oleh Yenny dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Kalau Yenni Wahid mendambakan pemimpin yang menganut basic need, bukan Jokowi menurut saya," pungkasnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, Yenny Wahid mengklaim bahwa dirinya akan mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
"Dengan mengucapkan bismillah, dengan ini kami mendukung Presiden Jokowi. Pemimpin yang kami rindu yakni punya nurani kepada rakyat. Pemimpin yang menghadirkan keadilan sosial bagi mereka yang selama ini tak tersapa," tandasnya.
Menurut mantan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana di era Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, Yenny tidak sepenuh hati mendukung Jokowi-Ma'ruf. Pasalnya, idealisme Yenny tidak sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh Jokowi sebagai Presiden RI saat ini.
Menurut Andi, Yenny saat ini mencari pemimpin yang memenuhi kebutuhan dasar dan calon presiden yang tidak mercusuaris. "Menurut saya, perasaan terdalam Yeni tidak mendukung Jokowi," ujar Andi lewat akun Twitter pribadinya, @AndiArief__ pada Rabu (26/9/2018).
"Jokowi secara prinsip tidak menganut pendekatan basic need. Dia secara tidak sadar menganut aliran efek tetesan ke bawah lewat pembangunan mercusuar infrastruktur," paparnya lebih lanjut.
Karena itu, Andi menduga sejatinya Jokowi bukanlah pemimpin yang seharusnya didukung oleh Yenny dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Kalau Yenni Wahid mendambakan pemimpin yang menganut basic need, bukan Jokowi menurut saya," pungkasnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, Yenny Wahid mengklaim bahwa dirinya akan mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
"Dengan mengucapkan bismillah, dengan ini kami mendukung Presiden Jokowi. Pemimpin yang kami rindu yakni punya nurani kepada rakyat. Pemimpin yang menghadirkan keadilan sosial bagi mereka yang selama ini tak tersapa," tandasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar