Loading...
Loading...
Pilpres 2019 semakin dekat, apalagi pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden sudah resmi dibuka. Belum terlihat tokoh-tokoh mendaftarkan diri pada hari ini Sabtu (4/8), namun sejumlah figur berlatar belakang militer digadang-gadang yang bakal mengisi form formulir pendaftaran itu.
Dari kubu oposisi, nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencuat dan dinilai pantas ikut pesta demokrasi 5 tahunan ini.
Sedang di kubu koalisi pemerintahan, nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menonjol sebagai kandidat kuat cawapres Joko Widodo.
Namun, dari ketiga tokoh militer itu, kiprah Moeldoko yang dianggap paling cemerlang. Pasalnya ia pernah menjabat sebagai Panglima TNI dan mengakhiri karir militernya sebagai jenderal bintang empat. Menyusul Prabowo jenderal bintang tiga dan jabatan terakhir Panglima Kostrad, sedang AHY berpangkat Mayor yang memutuskan hengkang dari dunia militer pada 2016 untuk ikut Pilkada DKI.
"Ya kalau kemampuan militer yang sudah teruji ya Pak Moeldoko lah, Panglima TNI. Sudah pasti, beliau Panglima TNI. Kalau kita pakai ukuran yang sudah jelas, Panglima TNI, bintang tiga, baru mayor, jelas itu," kata Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman Ponto, kepada wartawan, Sabtu (4/8).
Menurut Soleman, kiprah Moeldoko kini yang menjadi Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) menambah nilai untuk dijadikan Cawapres. Ditambah ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Jokowi.
“beliau sebagai KSP, kan meletakan diri sebagai panglima, dia harus kesana kemari, jadi kalau saya melihat (jabatan KSP) beliau itu sulit lho, sekarang tanpa anak buah dia kesana kemari," pungkas Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Laut (Aspam Kasal) ini.[]
Dari kubu oposisi, nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencuat dan dinilai pantas ikut pesta demokrasi 5 tahunan ini.
Sedang di kubu koalisi pemerintahan, nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menonjol sebagai kandidat kuat cawapres Joko Widodo.
Namun, dari ketiga tokoh militer itu, kiprah Moeldoko yang dianggap paling cemerlang. Pasalnya ia pernah menjabat sebagai Panglima TNI dan mengakhiri karir militernya sebagai jenderal bintang empat. Menyusul Prabowo jenderal bintang tiga dan jabatan terakhir Panglima Kostrad, sedang AHY berpangkat Mayor yang memutuskan hengkang dari dunia militer pada 2016 untuk ikut Pilkada DKI.
"Ya kalau kemampuan militer yang sudah teruji ya Pak Moeldoko lah, Panglima TNI. Sudah pasti, beliau Panglima TNI. Kalau kita pakai ukuran yang sudah jelas, Panglima TNI, bintang tiga, baru mayor, jelas itu," kata Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman Ponto, kepada wartawan, Sabtu (4/8).
Menurut Soleman, kiprah Moeldoko kini yang menjadi Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) menambah nilai untuk dijadikan Cawapres. Ditambah ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Jokowi.
“beliau sebagai KSP, kan meletakan diri sebagai panglima, dia harus kesana kemari, jadi kalau saya melihat (jabatan KSP) beliau itu sulit lho, sekarang tanpa anak buah dia kesana kemari," pungkas Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Laut (Aspam Kasal) ini.[]
0 Response to " "
Posting Komentar