Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyayangkan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengimbau relawannya agar berani bila diajak berkelahi.

Menurut Andi, pernyataan Jokowi berpotensi adanya perang sipil. Bahkan lebih berbahaya dari terorisme. Untuk itu dia menyarankan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk menangkap Presiden Jokowi.

“Harusnya Kapolri menangkap Presiden Jokowi malam ini karena sudah memerintahkan kekerasan yang bisa mengarah perang sipil. Lebih berbahaya ketimbang terorisme,” kicau Andi dalam Twitternya, Sabtu (4/8).

Menurut Andi, para Ulama mengajarkan kesabaran dan menghindari perkelahian. Sedang Jokowi dinilai tidak memilih ajaran itu.

“Para Ulama mengajarkan kesabaran, menghindari perkelahian. Prwsiden Jokoowi menganjurkan kekerasan dan tidak memilih opsi mengjindari dengan sabar,” tulisnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo hadir dalam acara Rapat Umum Relawan Jokowi (RURJ) di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Sabtu (4/8).

Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat memberikan pidatonya yang berisi pesan agar para relawan tidak membuat fitnah-fitnah. Namun, kata Jokowi, relawan harus berani bila diajak berkelahi.

"Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," kata Presiden Jokowi.[]

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1