Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Tingginya elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) ternyata tak membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gentar. Partai pendukung Prabowo Subianto ini merasa masih ada celah bagi mereka untuk menyingkirkan Jokowi dari peta persaingan, salah satunya dengan membuka borok di bidang ekonomi.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, dari hasil survei Indikator Politik, hanya 41 persen masyarakat yang puas dalam hal ekonomi selama dipimpin oleh Jokowi.

"Semua soal sembako dan lainnya. Ini akan menjadi pertimbangan utama. Karena ini yang mungkin menjadi pertimbangan utama Pak Jokowi memilih Pak Budi Waseso sebagai Dirut Bulog. Mungkin, ya," kata Mardani di Kantor Indikator Politik, Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Isu ekonomi inilah yang kemungkinan besar akan dijadikan oleh rakyat Indonesia untuk memutuskan apakah mereka akan memilih Jokowi kembali atau tidak.

Selain itu, meski Jokowi berada dalam posisi tinggi di survei, namun ada korelasi antara tingkat kepuasan publik dengab elektabilitas.

"Ini menandakan bahwa masyarakat sudah cerdas. Apa yang dicitrakan dan dipersepsikan baik, ketika ditanya ke pemilih ada pertimbangan lain," katanya.

Dia yakin, jika siapapun yang tak bekerja keras san hanya berbekal pada persepsi, kemungkinan akan kalah.

"Kami punya pengalaman. Kalau petahana cuma 50 persen elektabilitasnya, itu tanda bisa dikalahan. Karena memang kandidasi belum dilakukan karena memang adu gagasan, program dan mesin politik penantang belum bergerak, sehingga kami tetap yakin Pak Jokowi tetap bisa dikalahkan," tutup Mardani.

Lembaga survei Indikator menyebut elektablitas tertinggi masih dipegang oleh Joko Widodo (Jokowi) disusul dengan Prabowo Subianto. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, dalam melakukan survei pihaknya melakukan dua metode yaitu top of mind dan semi terbuka.

Dalam sistem top of mind nama yang paling mempunyai elektablitas tertinggi yaitu Joko Widodo dengan angka elektabilitas 39,9 persen. Lalu diposisi kedua yakni Prabowo Subianto memiliki elektablitas dengan 12,1 persen.

Diperingkat ketiga terdapat nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan menyentuh angka 0,9 persen dan nama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo berada diperingkat keempat dengan angka 0,7 persen.

Nama Ketum Perindo tersebut berada diatas tokoh nasional lainnya sepertu Tuan Guru Bajang, Gatot Nurmantyo, Susilo Bambang Yudhoyoni, dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Sementara, untuk sistem terbuka mengenai nama capres yang akan dipilih masyarakat apabila Pilpres dilaksanakan sekarang, Nama Hary Tanoe berada diposisi ke enam dengan perolehan suara 1,4 persen.

Adapun urutan perolehan melalui sistem terbuka yaitu diurutan pertama terdapat Joko Widodo dengan angka 51,9 persen, Prabowo Subianto 19,2 persen, Anies Baswedan 2,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,0 persen, Gatot Nurmantyo 1,4 persen, Hary Tanoesoedibjo 1,4 persen, Jusuf Kalla 0,8 persen, dan Mahfud MD 0,8 persen.

Dalam survei ini menggunakan populasi seluruh warga Indonesia yang melibatkan 1.200 responden. Lalu margin of eror sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen yang menggunakan sistem random sampling. Survei Indikator juga dilakukan dalam periode 25-31 Maret 2018

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1