Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Politikus PDIP, Arteria Dahlan menyayangkan insiden bentrok antara masyarakat berkaus #2019GantiPresiden dengan warga berkaus #DiaSibukKerja yang terjadi pada Minggu (30/4/2018) di acara Car Free Day kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

"Saya sedih, prihatin, dan mengecam keras ajang hari bebas kendaraan bermotor dijadikan cari perhatian, membangun sentimen negatif, dan belakangan menjadi ajang politik praktis dan perilaku intimidatif," kata Arteria dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/5/2018).

Di era demokrasi seperti saat ini, kata Arteria, penyampaian pendapat adalah hal yang wajar. Namun karena Indoneaia menganut negara hukum, segala hal harus sejalan dengan aturan yang ada.

Berdasarkan pengamatannya, aksi yang terjadi beberapa waktu lalu antara dua kubu sudah melebihi koridor kebebasan berpendapat.

"Kalau dilihat dari videonya, sudah terlihat orasi, ajakan yang bersifat menghasut, dan bukti yang sempurna atas hadirnya perilaku intimidatif yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lain. Ini tidak boleh terjadi dan sangat diharamkan," jelasnya.

Dengan demikian, ia meminta kepada kepolisian untuk segera mengusut dugaan intimidasi yang diduga dialami oleh seorang ibu beserta anak yang menggunakan kaus bertuliskan #DiaSibukKerja.

"Negara harus hadir, Polri wajib mengusut tuntas insiden CFD kemarin setuntas-tuntasnya. Intimidasi atas pilihan yang berbeda itu haram hukumnya dan hal tersebut merupakan kemunduran demokrasi," tutup anggota Komisi III DPR RI ini.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1