Loading...
Loading...
Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencapai 71 persen. Meski meningkat, Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan sekitar 11 persen pemilih tak akan memilih kembali Jokowi pada Pemilihan Umum 2019.
"Dibandingkan enam bulan lalu kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai presiden tampak semakin tinggi," kata Burhanuddin saat merilis hasil survei dinamika elektoral jelang pemilihan presiden dan legislatif 2019 di kantornya, Kamis, 3 Mei 2018.
Pada September 2017, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi mencapai 68 persen. Bahkan, tren keyakinan atas kemampuan Jokowi untuk memimpin Indonesia agar semakin baik dan stabil. Sekitar 73 persen warga merasa cukup atau sangat yakin Jokowi mampu memimpin Indonesia.
Survei dilakukan Indikator pada 25-31 Maret 2018 dengan responden sebanyak 1.200 orang. Margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara lndonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Populasi dipilih secara random menggunakan metode multistage random sampling.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Burhanuddin menjelaskan, meski mayoritas puas dengan kinerja Jokowi, hasil survei menunjukkan tidak semuanya akan kembali memilih Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019. Hasil survei Indikator menunjukkan terdapat 11,1 persen pemilih yang puas tidak memilihnya kembali pada pemilu mendatang. Pemilih akan mengalihkan pilihannya ke Prabowo Subianto jika maju pada Pemilu 2019.
Burhanuddin menjelaskan dari survei tersebut tampak jika publik puas dan yakin terhadap kinerja Jokowi dalam memimpin, maka dukungan terhadap Jokowi tetap besar. "Sebaliknya jika tidak puas atau tak yakin atas kemampuan Jokowi, dukungan ke Prabowo dominan ketimbang capres lainnya."
"Dibandingkan enam bulan lalu kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai presiden tampak semakin tinggi," kata Burhanuddin saat merilis hasil survei dinamika elektoral jelang pemilihan presiden dan legislatif 2019 di kantornya, Kamis, 3 Mei 2018.
Pada September 2017, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi mencapai 68 persen. Bahkan, tren keyakinan atas kemampuan Jokowi untuk memimpin Indonesia agar semakin baik dan stabil. Sekitar 73 persen warga merasa cukup atau sangat yakin Jokowi mampu memimpin Indonesia.
Survei dilakukan Indikator pada 25-31 Maret 2018 dengan responden sebanyak 1.200 orang. Margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara lndonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Populasi dipilih secara random menggunakan metode multistage random sampling.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Burhanuddin menjelaskan, meski mayoritas puas dengan kinerja Jokowi, hasil survei menunjukkan tidak semuanya akan kembali memilih Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019. Hasil survei Indikator menunjukkan terdapat 11,1 persen pemilih yang puas tidak memilihnya kembali pada pemilu mendatang. Pemilih akan mengalihkan pilihannya ke Prabowo Subianto jika maju pada Pemilu 2019.
Burhanuddin menjelaskan dari survei tersebut tampak jika publik puas dan yakin terhadap kinerja Jokowi dalam memimpin, maka dukungan terhadap Jokowi tetap besar. "Sebaliknya jika tidak puas atau tak yakin atas kemampuan Jokowi, dukungan ke Prabowo dominan ketimbang capres lainnya."
0 Response to " "
Posting Komentar