Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Posisi Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno saat ini dinilai tengah dilematis. Sebab, disatu sisi dia harus berupaya memenangkan Prabowo Subianto, namun disisi lain Sandi juga harus mengurus persoalan daerah.

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai, akibatnya adalah SKPD yang ada menjadi berjalan tak maksimal karena minim pengawasan.

"Jadi programnya banyak yang enggak jalan juga. Konsentrasi terbelah," kata Trubus kepada Kricom di Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Trubus mencontohkan soal evaluasi 6 bulanan yang belum berjalan maksimal.

"Padahal kepala dinas ini digaji Rp 100 juta. Namun, mereka tak mengambil keputusan apapun karena tak dari atasannya itu," papar dia.

Apalagi, Gubernur Anies Baswedan juga dinilai tengah melakukan manuver untuk Pilpres.

"Jadi, memang situasi yang blunder. Semua posisi di luar semua, di dalam enggak ada," tambah pengamat dari Trisakti ini.

Sehingga, menurut Trubus, dampak yang timbul adalah pelayan publik terhambat.

"Karena pengawasan enggak ada. Koordinasi antar dinas kan juga tak jalan. Fungsi misalnya Deputi, SKPD, TGUPP hingga Sekda juga berjalan tak maksimal. Karena tak ada yang mengawasi," tutupnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1