Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
KRICOM - Aktivis 98 Wahab Talaohu setuju gerakan #2019GantiPresiden disebut sebagai gerakan makar. Dia menyebutnya itu gerakan sepihak yang dilakukan dengan cara destruktif.

Menurut Wahab, mereka menghasut rakyat dengan berita hoax yang sentimen. Bangsa Indonesia yang mayoritas muslim ini dibangun melalui isu agama.

"Ini suatu gerakan yang dilihat daripada bentuk pola gerakannya, tujuannya adalah untuk mengganti kekuasaan," kata Wahab kepada Kricom di Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Karena kalau tagarnya ganti presiden, lanjut dia merupakan ranah di Pemilu pada 23 April 2019 mendatang.

"Kenapa ini terus dilakukan? Karena ini penghasutan mengajak rakyat, terjadi pembangkangan di pemerintah yang sah," ucap Wahab.

"Ini bertentangan dengan konstitusi. Jelas, Presiden dipilih rakyat melalui mekanisme demokrasi dan lima tahun masa kepemimpinannya," ucapnya.

Oleh sebab itu, Wahab menyebut, para deklarator tindakan ini menginginkan rotasi kepemimpinan secara paksa.

"Karena kalau dia taat terhadap mekanisme demokrasi yang merupakan konsensi bangsa ini, harusnya di ranah pemilu. Bukan dia menghasut rakyat dengan pola-pola agama dijadikan sebagai peluru kemudian memakai ulama untuk menembak lawan politik," pungkasnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1