Loading...
Loading...
KRICOM - Aksi jalan sehat yang bakal didatangi Ahmad Dhani dan Neno Warisman tanggal 9 September di Kota Solo mendapat tanggapan dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) Solo Raya. Seluruh ketua NU di Solo Raya sepakat tak ingin dikaitkan dengan rencana kegiatan memperingati Hari Olah Raga (Haornas) yang sarat dengan muatan politis tersebut.
Juru bicara Ketua NU Solo Raya, Mujiburrahman, mengatakan, seluruh pimpinan NU Solo Raya telah berkumpul menggelar rapat pada Minggu (2/9) malam. Rapat yang diadakan oleh petinggi NU Solo Raya ini menyoroti terkait problematika yang terjadi di Solo Raya. Termasuk, menentukan sikap terkait acara yang bakal digelar tersebut.
“Intinya, dari kami tak ingin ambil pusing dengan agenda kegiatan tersebut. Kami membahas terkait internal NU. Seperti masalah ekonomi, pertanian, keagamaan dan pendidikan. Itu saja,” terang Mujiburrahman, Senin (3/9/2018).
Terkait aksi 9 September di Kota Solo itu, Mujib mengaku jika menyerahkan sepenuhkan kepada pihak aparat.
“Kami yakin, aparat dalam hal ini yang menjaga kondusivitas Kota Solo mampu menjaga keamanan dan kenyamanan di Kota Bengawan,” jelasnya.
Disinggung terkait penolakan NU Solo Raya terkait aksi 9 September mendatang, Mujib menepis isu tersebut. Bahkan, kabar terkait NU mengirimkan surat penolakan yang dikirim ke forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda) seperti wali kota, Bupati, Kapolres dan pihak lainnya juga dibantah,
“NU enggak ingin ikut campur masalah itu. Kami urus masalah internal kami aja sudah pusing. Apalagi, ngurusin masalah itu (aksi Dhani dan Neno yang bakal digelar-red),” katanya.
Aksi jalan sehat memperingati Haornas 2018 yang bakal dihadiri Ahmad Dhani dan Neno Warisman tersebut akan digelar di jalan dr Moewardi, depan Lapangan Kottabarat, Mangkubumen, Solo tanggal 9 September mendatang. Terkait kegiatan tersebut, elemen masyarakat telah melakukan penolakan dengan memasang spanduk di 12 titik di Kota Solo. Selain itu, ada juga kelompok masyarakat yang mendatangi Polresta Solo supaya pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Juru bicara Ketua NU Solo Raya, Mujiburrahman, mengatakan, seluruh pimpinan NU Solo Raya telah berkumpul menggelar rapat pada Minggu (2/9) malam. Rapat yang diadakan oleh petinggi NU Solo Raya ini menyoroti terkait problematika yang terjadi di Solo Raya. Termasuk, menentukan sikap terkait acara yang bakal digelar tersebut.
“Intinya, dari kami tak ingin ambil pusing dengan agenda kegiatan tersebut. Kami membahas terkait internal NU. Seperti masalah ekonomi, pertanian, keagamaan dan pendidikan. Itu saja,” terang Mujiburrahman, Senin (3/9/2018).
Terkait aksi 9 September di Kota Solo itu, Mujib mengaku jika menyerahkan sepenuhkan kepada pihak aparat.
“Kami yakin, aparat dalam hal ini yang menjaga kondusivitas Kota Solo mampu menjaga keamanan dan kenyamanan di Kota Bengawan,” jelasnya.
Disinggung terkait penolakan NU Solo Raya terkait aksi 9 September mendatang, Mujib menepis isu tersebut. Bahkan, kabar terkait NU mengirimkan surat penolakan yang dikirim ke forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda) seperti wali kota, Bupati, Kapolres dan pihak lainnya juga dibantah,
“NU enggak ingin ikut campur masalah itu. Kami urus masalah internal kami aja sudah pusing. Apalagi, ngurusin masalah itu (aksi Dhani dan Neno yang bakal digelar-red),” katanya.
Aksi jalan sehat memperingati Haornas 2018 yang bakal dihadiri Ahmad Dhani dan Neno Warisman tersebut akan digelar di jalan dr Moewardi, depan Lapangan Kottabarat, Mangkubumen, Solo tanggal 9 September mendatang. Terkait kegiatan tersebut, elemen masyarakat telah melakukan penolakan dengan memasang spanduk di 12 titik di Kota Solo. Selain itu, ada juga kelompok masyarakat yang mendatangi Polresta Solo supaya pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan kegiatan tersebut.
0 Response to " "
Posting Komentar