Loading...
Loading...
AKURAT.CO, Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Rustam Ibrahimakhir-akhir ini turut mencermati kondisi makro perekonomian Indonesia.
Rustam meyakini bahwa kondisi Ekonomi Indonesia akhir-akhir ini lebih baik, ia melalui linimasa twitternya @RustamIbrahim menuliskan Ekonomi Indonesia lebih baik.
Rustam membandingkan kondisi perekonomian antara Indonesia, Argentina dan Turki, mata uang Peso anjlok sebesar 40 persen dengan suku bunga sebesar 60 persen. Argentina, lanjutnya, ajukan pinjaman dana IMF sebesar USD50 miliar atau Rp750 triliun. Sedangkan Turki, mata uang Lira anjlok lebih dari 60 persen dengan inflasi dibulan Agustus 2018 sebesar 18 persen.
Sedangkan kondisi perekonomian Indonesia, mata uang Rupiah merosot 10 persen dengan suku bunga 5,5 persen, akan tetapi Indonesia alami inflasi yang minus 0,05 persen.
Jadi optimislah pemerintah akan mengatasinya, cuit Rustam dipantau oleh Akurat.co, Jumat (7/9).
Ia juga mengurai kondisi perekonomian domestik pada tahun 1998 dengan tahun 2018. Adalah hal yang bodoh apabila ada yang membandingkan krisis 1998 dengan 2018.
Rustam uraikan, bahwa pada tahun 1998 Rupiah terjun bebas sebesar 600 persen (2.500 ke 15.000), dengan suku bunga 45 persen, sedangkan goncangan inflasi sebesar 77 persen. Sedangkan pada tahun 2018, Rupiah hanya merosot sebesar 10 persen dengan suku bunga 5,5 persen dengan inflasi seebsar 3,5 persen.
Lain kali jika ingin membodohi rakyat, jangan pula jadi bodoh. cari perbandingan lebih masuk akal, pungkas cuitan Rustam. []
Rustam meyakini bahwa kondisi Ekonomi Indonesia akhir-akhir ini lebih baik, ia melalui linimasa twitternya @RustamIbrahim menuliskan Ekonomi Indonesia lebih baik.
Rustam membandingkan kondisi perekonomian antara Indonesia, Argentina dan Turki, mata uang Peso anjlok sebesar 40 persen dengan suku bunga sebesar 60 persen. Argentina, lanjutnya, ajukan pinjaman dana IMF sebesar USD50 miliar atau Rp750 triliun. Sedangkan Turki, mata uang Lira anjlok lebih dari 60 persen dengan inflasi dibulan Agustus 2018 sebesar 18 persen.
Sedangkan kondisi perekonomian Indonesia, mata uang Rupiah merosot 10 persen dengan suku bunga 5,5 persen, akan tetapi Indonesia alami inflasi yang minus 0,05 persen.
Jadi optimislah pemerintah akan mengatasinya, cuit Rustam dipantau oleh Akurat.co, Jumat (7/9).
Ekonomi Indonesia lebih baik— Voter Education (@RustamIbrahim) 4 September 2018
Argentina
Peso anjlog 40%
Sukubunga 60%
Mau pinjam IMF US $ 50 M atau 750 Trilyun
Turki
Lira anjlog lebih dari 60%
Inflasi Agustus 18%
Indonesia
Rp merosot 10%
Sukubunga 5.5%
Inflasi malah MINUS 0.05%
Jadi optimislah pemerintah akan mengatasinya
Ia juga mengurai kondisi perekonomian domestik pada tahun 1998 dengan tahun 2018. Adalah hal yang bodoh apabila ada yang membandingkan krisis 1998 dengan 2018.
Membandingkan krisis 1998 dengan 2018 bodoh namanya— Voter Education (@RustamIbrahim) 4 September 2018
1998
Rupiah terjun bebas 600% (2.500 ke 15.000)
Sukubunga 45%
Inflasi 77%
2018
Rupiah anjlog 10%
Sukubunga 5.5%
Inflasi 3.5%
Lain kali jika ingin membodohi rakyat, jangan pula jadi bodoh. cari perbandingan lebih masuk akal
Rustam uraikan, bahwa pada tahun 1998 Rupiah terjun bebas sebesar 600 persen (2.500 ke 15.000), dengan suku bunga 45 persen, sedangkan goncangan inflasi sebesar 77 persen. Sedangkan pada tahun 2018, Rupiah hanya merosot sebesar 10 persen dengan suku bunga 5,5 persen dengan inflasi seebsar 3,5 persen.
Lain kali jika ingin membodohi rakyat, jangan pula jadi bodoh. cari perbandingan lebih masuk akal, pungkas cuitan Rustam. []
0 Response to " "
Posting Komentar