Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
AKURAT.CO - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua.

Ahok dipenjara dua tahun atas kasus penodaan agama karena mengutip ayat Alquran Surat Almaidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja di kepulaun seribu pada 27 September 2016 lalu.

Kasus yang menimpa Ahok memang menimbulakan pro-kontra di tengah masyarakat.

Ada yang menilai putusan hakim yang memenjarakan Ahok dua tahun itu tidak adil, namun pendapat berbeda juga datang dari kubu yang kontra dengan matan Bupati Belitung Timur itu.

Kendati begitu, Kuasa Hukum Ahok, I Wayan Sudirta mengatakan Ahok bukanlah tipe orang pendendam. Bahkan dirinya sudah memafaakan mereka yang megantarnya ke balik jeruji besi.

I Wayan menyebut Ahok pernah mengatakan bahwa sifat pendendam hanya membuat orang semakin tidak berhasil kedepanya karena dihantui bayang-bayang masa lalu.

"Buat dia (Ahok) dendam itu membuat kita semakin tidak berhasil. Selama dua tahun di Rutan Mako Brimob dia harus berhasil antara lain memastikan bahwa dia tidak mendendam kepada orang-orang yang telah memenjarakan," kata Iwayan kepada AKURAT.CO Jumat (7/9).

Meski Ahok tak pernah menaruh dendam kepada para pembencinya namun I Wayan menyebut kubu yang beseberangan dengan mantan suami Veronica Tan ini tak pernah berhenti memojokan dan menghujatnya.

Padahal Ahok sendiri sudah lapang dada menerima semua putusan hakim yang dijatuhkan kepadanya.

"Apa saja yang berkaitan dengan pak Ahok kan selalu dikomentari dipelsetkan karena orang-orang yang enggak senang sama Ahok itu ketakutan, padahal Ahok ini orang luar biasa walupun dia diperlakukan tidak adil, dia disakit, tapi dia tidak mendendam," tukasnya.

Sebelumnya nama Ahok kembali ramai diperbincangakan, pasalnya Ahok dikabarkan bakal menikahi Puput, Polisi Wanita (Polwan) yang masih berusia 21 tahun.

Ahok dan Puput dijodohkan Djarot Saful Hidayat yang merupakan wakil Ahok saat menjabat Gubernur DKI. []

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1