Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
AKURAT.CO, Beberapa waktu lalu Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta menolak usul anggaran Rp3,9 miliar untuk pelatihan dan uji kompetensi pendamping OK OCE.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijkan Publik Trubus Rahardiansyah mengatakan, OK OCE adalah salah satu program yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang kurang memiliki persiapan.

"Program OK OCE itu program yang persiapannya tidak matang," kata dia saat dihubungi wartawan, Kamis (20/9).

Kendati demikian, Trubus mengatakan kebijakan dari OK OCE sudah cukup bagus, namun sangat disayangkan belum memiliki payung hukum untuk menguatkan.

"Kalau kebijakannya sendiri sebenarnya bagus, cuma karena tidak ada payung hukumnya, cuma sekadar memenuhi janji kampanye, ya sudah," ujar dia.

"Janji awalnya perorang dapat pinjaman Rp300 juta khusus masyarkat Jakarta, akhirnya ternyata hanya terlaksana hanya semacam pelatihan doang, dilatih trus setelah dilatih tahap selanjutnya apa? Ya akhirnya banyak yang infrastrukturnya gak ada," sambung dia.

Trubus meyakini OK OCE bisa berjalan dengan benar asalkan prosesnya dilakukan berkesinambungan dan dibutuhkan kepemimpinan yang kuat.

"Cuma itu butuh proses yang panjang, berkesinambungan dan dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan payung hukumnya harus jelas. Lah ini kan payung hukumnya gak jelas, orang mau dapat apa dengan itu?" pungkasnya.[]

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1