Loading...
Loading...
AKURAT.CO, Penghentian pemutaran film G30S/PKI bukanlah di masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tapi oleh Menteri Penerangan era Presiden BJ Habibie yakni Yunus Yosfiah.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima, saat menanggapi polemik mengenai pemutaran film G30S/PKI yang penghentian penayangannya dikait-kaitkan dengan Jokowi.
Aria mengungkapkan, masyarakat harus mengetahui bahwa keputusan Pemerintah menghentikan pemutaran film G30S/PKI dilakukan oleh mantan Menteri Penerangan, Yunus Yosfiah, yang saat ini menjadi tim sukses (timses) PrabowoSubianto-Sandiaga Uno.
"Penghentian film G30S/PKI dilakukan oleh Menteri Penerangan saat itu (era BJ Habibie), dalam hal ini Yunus Yosfiah, seorang Letjen Purnawirawan yang sekarang menjadi penasehat timses Prabowo," ungkapnya di Posko Jokowi-Ma'ruf Amin, Jl. Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/9).
Aria menilai, sangat tidak mendidik pemutaran film G30S/PKI dipakai untuk membagun sentimen buruk terhadap Jokowi. Menurut Aria, hal tersebut merupakan agenda kampanye hitam yang menyudutkan, seolah-olah penghentikan ini dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi.
"Dan dikapitalisasi seolah-olah Pak Jokowi tidak setuju pemutaran film G30S itu. Ini suatu hal yang dikapitalisasi menjadi isu politik dan itu tidak benar," ujarnya.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu menegaskan bahwa Jokowi tidak pernah melarang masyarakat menonton film tersebut sebagai upaya untuk memberikan pendidikan sejarah terhadap generasi muda.
"Pak Jokowi tidak melarang dan membolehkan menonton dan membuat film (dengan tema) yang sama supaya kita bisa cerdas untuk memberikan film-film, termasuk film Serangan Umum 1 Maret," katanya.
Seperti diketahui, sebelumnya beredar isu yang menyatakan bahwa pemutaran secara bersama-sama film G30S/PKItidak diizinkan oleh pemerintah. Bahkan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sempat menulis di akun Twitter yang menyindir Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono untuk pulang ke kampung jika tidak berani memerintahkan jajarannya menggelar nonton bersama film G30S/PKI tersebut.[]
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima, saat menanggapi polemik mengenai pemutaran film G30S/PKI yang penghentian penayangannya dikait-kaitkan dengan Jokowi.
Aria mengungkapkan, masyarakat harus mengetahui bahwa keputusan Pemerintah menghentikan pemutaran film G30S/PKI dilakukan oleh mantan Menteri Penerangan, Yunus Yosfiah, yang saat ini menjadi tim sukses (timses) PrabowoSubianto-Sandiaga Uno.
"Penghentian film G30S/PKI dilakukan oleh Menteri Penerangan saat itu (era BJ Habibie), dalam hal ini Yunus Yosfiah, seorang Letjen Purnawirawan yang sekarang menjadi penasehat timses Prabowo," ungkapnya di Posko Jokowi-Ma'ruf Amin, Jl. Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/9).
Aria menilai, sangat tidak mendidik pemutaran film G30S/PKI dipakai untuk membagun sentimen buruk terhadap Jokowi. Menurut Aria, hal tersebut merupakan agenda kampanye hitam yang menyudutkan, seolah-olah penghentikan ini dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi.
"Dan dikapitalisasi seolah-olah Pak Jokowi tidak setuju pemutaran film G30S itu. Ini suatu hal yang dikapitalisasi menjadi isu politik dan itu tidak benar," ujarnya.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu menegaskan bahwa Jokowi tidak pernah melarang masyarakat menonton film tersebut sebagai upaya untuk memberikan pendidikan sejarah terhadap generasi muda.
"Pak Jokowi tidak melarang dan membolehkan menonton dan membuat film (dengan tema) yang sama supaya kita bisa cerdas untuk memberikan film-film, termasuk film Serangan Umum 1 Maret," katanya.
Seperti diketahui, sebelumnya beredar isu yang menyatakan bahwa pemutaran secara bersama-sama film G30S/PKItidak diizinkan oleh pemerintah. Bahkan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sempat menulis di akun Twitter yang menyindir Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono untuk pulang ke kampung jika tidak berani memerintahkan jajarannya menggelar nonton bersama film G30S/PKI tersebut.[]
0 Response to " "
Posting Komentar