Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
AKURAT.CO, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei di media sosial dengan segmen berbasis agama memperlihatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf lebih unggul, baik untuk pemeluk agama Islam maupun non Islam.

Pemeluk agama Islam yang mendukung Jokowi-Ma'ruf sebesar 45.6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 41.4 persen.

"Untuk pemeluk agama non Islam yang mendukung Jokowi-Ma'ruf sebesar 72.7 persen, dan Prabowo-Sandi sebesar 21.2%. Jadi Jokowi-Ma'ruf unggul di semua segmen agama," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (5/9).

Lebih lanjut dikatakannya, pengguna media sosial (medsos) dengan segmen ormas Islam, Jokowi-Ma'ruf lebih unggul di Nahdatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Sedangkan Prabowo-Sandiaga unggul di Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan ormas lainnya.

"Di NU pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 59.0 persen, dan Prabowo-Sandiaga sebesar 36.5%. Sedangkan di Muhammadiyah Jokowi-Ma'ruf sebesar 46.6 persen, dan Prabowo-Sandi memperoleh 41.1%," ujarnya.

Kemudian di bukan bagian ormas manapun juga, pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 48.5 persen, dan Prabowo-Sandi 38.8 persen. Sementara di segmen PA 212 sebagai pengguna medsos, pasangan Prabowo-Sandi lebih unggul dibandingkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Di PA 212 pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 27.3 persen, dan Prabowo-Sandi 72.7%. Kemudian di ormas lainnya pasangan Jokowi-Ma'ruf 20.0%, dan Prabowo-Sandi sebesar 60.0%," ucapnya.

Selain itu, LSI merilis bahwa pengguna Facebook di Indonesia yang sudah punya hak pilih, yang memperlihatkan bahwa yang menggunakan Facebook di sosial media sesuai hasil survei itu sebanyak 28,0%, dan yang tidak menggunakan masih mayoritas sebesar 72,0%.

"Ketika kita tanyakan punya Facebook atau tidak, sebesar 28 persen yaitu mempunyai Facebook," sambungnya.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error berada di angka kurang lebih 2,9 persen. Surveidilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia, yang dimulai pada 12-19 Agustus 2018.

"Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan ini depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA," paparnya. []

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1