Loading...
Loading...
AKURAT.CO, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai pelaku persekusi dan penolak diskusi, ceramah dan deklarasi pasti anti demokrasi dan pancasila.
Pernyataan Fadli dilontarkan setelah berkembang pemberitaan penolakan terhadap Ustad Abdul Shomad (UAS) yang akan ceramah di beberapa wilayah di Jawa Timur.
“Pelaku persekusi n penolakan2 diskusi, ceramah n deklarasi pasti ANTI DEMOKRASI n ANTI PANCASILA,” kicau Fadli lewat akun Twitternya, @fadlizon, Selasa (4/9).
Fadli menurutkan, dahulu yang melarang-larang adanya ceramah ialah Partai Komunis Indonesia (PKI) yang kini keberadaannya sudah dilarang pemerintah.
“Dulu yg larang2 ceramah agama ya PKI,” ujar Fadli.

Sebelumnya, melalui akun Instagram miliknya, @ustadzabdulsomad, Da'i kondang asal Asahan Sumatera Utara tersebut memposting sejumlah alasan pembatalan dakwahnya di beberapa wilayah di Jawa Timur.
"Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang," unggahan UAS diketik seperti surat resmi, pada Minggu (2/9), pukul 22.00 WIB.
Kendati tak merinci jenis ancaman dan intimidasi serta pihak mana saja yang melakukannya, UAS mengaku akibatnya menjadi beban psikologis baginya dan para jamaah.
Panitia pun menurut UAS, menanggung beban berat pula termasuk faktor keamanan jika acara dilangsungkan.
"Berdampak pada sejumlah hal, macam beban panitia yang makin berat. Kondisi psikologis jamaah dan saya sendiri," lanjut postingannya.[]
Pernyataan Fadli dilontarkan setelah berkembang pemberitaan penolakan terhadap Ustad Abdul Shomad (UAS) yang akan ceramah di beberapa wilayah di Jawa Timur.
“Pelaku persekusi n penolakan2 diskusi, ceramah n deklarasi pasti ANTI DEMOKRASI n ANTI PANCASILA,” kicau Fadli lewat akun Twitternya, @fadlizon, Selasa (4/9).
Fadli menurutkan, dahulu yang melarang-larang adanya ceramah ialah Partai Komunis Indonesia (PKI) yang kini keberadaannya sudah dilarang pemerintah.
“Dulu yg larang2 ceramah agama ya PKI,” ujar Fadli.

Sebelumnya, melalui akun Instagram miliknya, @ustadzabdulsomad, Da'i kondang asal Asahan Sumatera Utara tersebut memposting sejumlah alasan pembatalan dakwahnya di beberapa wilayah di Jawa Timur.
"Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang," unggahan UAS diketik seperti surat resmi, pada Minggu (2/9), pukul 22.00 WIB.
Kendati tak merinci jenis ancaman dan intimidasi serta pihak mana saja yang melakukannya, UAS mengaku akibatnya menjadi beban psikologis baginya dan para jamaah.
Panitia pun menurut UAS, menanggung beban berat pula termasuk faktor keamanan jika acara dilangsungkan.
"Berdampak pada sejumlah hal, macam beban panitia yang makin berat. Kondisi psikologis jamaah dan saya sendiri," lanjut postingannya.[]
0 Response to " "
Posting Komentar