Loading...
Loading...
KRICOM - Menteri Koordinator Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan mengklaim, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, ingin menjadi tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Menyikapi hal tersebut, pengamat politik Hendri Satrio mengatakan jika klaim Luhut benar, maka kemungkinan besar timses Jokowi-Ma'ruf justru akan memunculkan luka lama dari kalangan umat muslim terkait kasus penistaan agama pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
"Tindakan memasukkan Ahok di timsesnya Jokowi-Ma'ruf kurang tepat, bahkan tidak tepat karena itu hanya membuat residu 2017 terbawa ke pilpres 2019 nantinya. Apalagi di kubu oposisi juga ada Sandi," ujar Hendri ketika berbincang dengan Kricom, Selasa (14/8/2018).
Hendri juga menilai, pengaruh Ahok dalam Pilpres 2019 tidak akan terlalu signifikan, meski dirinya memiliki massa pendukung yang cukup besar.
"Menurut saya sih efeknya tidak terlalu besar karena pendukung Ahok itukan aslinya pendukung Pak Jokowi. Mereka pasti mengikuti Jokowi, sih," katanya.
Karena itu, Hendro pun menyarankan agar Jokowi lebih selektif dalam memilih anggota tim sukses. Secara khusus ia mengimbau agar Jokowi-Ma'ruf memiliih orang-orang yang bersih dari terpaan isu, khususnya terkait SARA.
"Karena menurut saya masih banyaklah juru kampanye juru kampanye yang lain di kubunya Pak Jokowi. Banyak orang-orang hebat juga," tambahnya.
"Justru nanti antiklimaks takutnya menjadi kontraproduktif justru khadiran Ahok akan membuat residu 2017 yang hampir saja selesai tumbuh lagi dan perlawanan-perlawanan yang lain ditakutkan akan muncul," tandasnya.
Menyikapi hal tersebut, pengamat politik Hendri Satrio mengatakan jika klaim Luhut benar, maka kemungkinan besar timses Jokowi-Ma'ruf justru akan memunculkan luka lama dari kalangan umat muslim terkait kasus penistaan agama pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
"Tindakan memasukkan Ahok di timsesnya Jokowi-Ma'ruf kurang tepat, bahkan tidak tepat karena itu hanya membuat residu 2017 terbawa ke pilpres 2019 nantinya. Apalagi di kubu oposisi juga ada Sandi," ujar Hendri ketika berbincang dengan Kricom, Selasa (14/8/2018).
Hendri juga menilai, pengaruh Ahok dalam Pilpres 2019 tidak akan terlalu signifikan, meski dirinya memiliki massa pendukung yang cukup besar.
"Menurut saya sih efeknya tidak terlalu besar karena pendukung Ahok itukan aslinya pendukung Pak Jokowi. Mereka pasti mengikuti Jokowi, sih," katanya.
Karena itu, Hendro pun menyarankan agar Jokowi lebih selektif dalam memilih anggota tim sukses. Secara khusus ia mengimbau agar Jokowi-Ma'ruf memiliih orang-orang yang bersih dari terpaan isu, khususnya terkait SARA.
"Karena menurut saya masih banyaklah juru kampanye juru kampanye yang lain di kubunya Pak Jokowi. Banyak orang-orang hebat juga," tambahnya.
"Justru nanti antiklimaks takutnya menjadi kontraproduktif justru khadiran Ahok akan membuat residu 2017 yang hampir saja selesai tumbuh lagi dan perlawanan-perlawanan yang lain ditakutkan akan muncul," tandasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar