Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
KRICOM - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Barmukmin menilai, Joko Widodo sudah melakukan kesalahan fatal dengan menggandeng KH Ma'ruf Amin menjadi cawapres pendampingnya.

Menurut Novel, langkah Jokowi menunjukkan bahwa dirinya telah menyeret-nyeret agama ke ranah politik dan juga kerap menjerumuskan ulama.

"Sekarang ini tambah jelas saya melihat, masyarakat yang tadinya agak cenderung ke Jokowi, malah ditinggalkan karena ulama hanya dijadikan alat. Kasihan nanti ulama seperti KH Ma'ruf Amin bakal diseret-seret," kata Novel kepada Kricom di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Novel juga menyorot soal usia Ma'ruf Amin yang saat ini sudah menginjak 75 tahun. Menurutnya, tak seharusnya seseorang yang sudah berusia lanjut diberikan beban besar menjadi seorang pemimpin negeri.

"Ini PR yang bakal dibebankan kepada orang tua. Jangan diseret-seret ulama ini karena jokowi stigma negatifnya sudah menempel. Jangan diseret-seret," tutur Novel.

Tak hanya itu, beban Ma'ruf juga dinilai akan semakin berat setelah muncul kabar Jokowi akan menggaet Gubernur DKI Basuki ke-15 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai salah satu anggota tim pemenangan Jokowi.

"Kasihan KH Ma'ruf Amin karena dia sudah distigmakan mendukung penista agama. Bahkan (Partai) Demokrat paham dengan mundur jadi pendukung," pungkasnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1