Loading...
Loading...
JAKARTA, NNC - Video aksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) naik motor gede (moge) di acara pembukaan Asian Games 2018 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU-GBK) masih menjadi perbincangan hangat.
Selain karena berbagai pujian dari dalam dan luar negeri, video tersebut juga menjadi perdebatan, karena banyak politisi oposisi yang mencibir penggunaan pemeran pengganti (stuntman) Presiden Jokowi sebagai pengendara moge.
Sikap para politisi oposisi ini mendapat tanggapan dari juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, Farhat Abbas. Ia berpendapat, kubu oposisi kehabisan topik dalam menyerang Jokowi, sehingga pembukaan Asian Games yang begitu spektakuler dan mengundang decak kagum dari berbagai negara pun dijadikan bahan 'nyinyiran.'
"Repot juga bicara sama kubu sebelah yang kerjanya cuma nyinyir. Tau gak sih, aksi heroik presiden itu namanya iklan dan promosi Asian Games pak, yang pasti pakai pemeran pengganti, di buat seolah-olah seperti itu agar meng-Asia dan mendunia, jadi gak perlu dicibir," kata Farhat kepada NNC, Senin (20/8/2018).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, seharusnya yang dicibir itu adalah oknum DPR yang mewakili rakyat dan mendapat gaji yang besar, namun kerjanya hanya menghina presiden dan pemerintah demi capres yang mereka dukung.
"Yang malu itu anggota DPR RI yang mewakili rakyat dengan pangkat dan gaji yang tinggi tapi kerjanya cuma nyinyir, menghina presiden dan pemerintah hanya demi capresnya! Kasihan ya, kurang kerjaan," tegas Farhat.
Selain karena berbagai pujian dari dalam dan luar negeri, video tersebut juga menjadi perdebatan, karena banyak politisi oposisi yang mencibir penggunaan pemeran pengganti (stuntman) Presiden Jokowi sebagai pengendara moge.
Sikap para politisi oposisi ini mendapat tanggapan dari juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, Farhat Abbas. Ia berpendapat, kubu oposisi kehabisan topik dalam menyerang Jokowi, sehingga pembukaan Asian Games yang begitu spektakuler dan mengundang decak kagum dari berbagai negara pun dijadikan bahan 'nyinyiran.'
"Repot juga bicara sama kubu sebelah yang kerjanya cuma nyinyir. Tau gak sih, aksi heroik presiden itu namanya iklan dan promosi Asian Games pak, yang pasti pakai pemeran pengganti, di buat seolah-olah seperti itu agar meng-Asia dan mendunia, jadi gak perlu dicibir," kata Farhat kepada NNC, Senin (20/8/2018).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, seharusnya yang dicibir itu adalah oknum DPR yang mewakili rakyat dan mendapat gaji yang besar, namun kerjanya hanya menghina presiden dan pemerintah demi capres yang mereka dukung.
"Yang malu itu anggota DPR RI yang mewakili rakyat dengan pangkat dan gaji yang tinggi tapi kerjanya cuma nyinyir, menghina presiden dan pemerintah hanya demi capresnya! Kasihan ya, kurang kerjaan," tegas Farhat.
0 Response to " "
Posting Komentar