Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Proyek pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota akan terus dilanjutkan hingga tuntas. Padahal Gubernur Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno pernah menolak proyek tersebut dan akan membatalkan pembangunannya, janji itu di ucapakan Anies-Sandi dalam kampanye Pilgub DKI 2017 lalu.

Gubernur Anies menjelaskan dilanjutkannya poyek tersebut lantaran saat dia resmi menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta, peroyek itu diambil alih pemerintah pusat, dengan begitu Pemda DKI tak berwenag lagi untuk mengurusinya.

"Kami tegaskan bahwa kita tidak akan meneruskan proyek enam ruas tol dalam kota. Kampanye kita selesai 15 April. Kita menang. Lalu proyek ini diambil alih oleh pemerintah pusat melalui Perpres Perubahan Nomor 58 tahun 2017," kata Anies saat ditemui di kawasan Tanah Abang Jakarta pusat Jumat (13/7).

Anies melanjutkan, dengan perubahan itu maka ke enam ruas tol ini masuk dalam program proyek strategis nasional yang dikontrol langsung oleh pemerintah pusat. Karenanya dia menyampaikan agar masyarakat DKI tak salah paham akan hal tersebut.

"Jadi dua bulan sesudah Pilkada selesai, enam ruas tol itu menjadi proyek strategis nasional yang tidak lagi di bawah Pemda DKI. Jadi jangan sampai dikira bahwa kita yang meneruskan. Ini adalah keputusan yang diambil pemerintah pusat," ujarnnya.

Ditemui terpisah, Wakil Gubernur Sandiaga Uno juga mengakui bahwa pihaknya sempat menolak proyek tersebut saat kampanye Pilgub DKI 2017 lalu, sebab dinililai tidak srategis dan hanya menambah kemacetan di ibukota. Sandiaga pada Rabu (11/7) meninjau langsung progres pembangunan proyek tersebut

"Sempet ditolak tapi sudah dibangun, jadi kita rampungkan. Kita hentikan polemiknya dan kita pastikan tidak menambah kemacetan, justru menampung TJ. Karena dulu zaman Foke sudah memberikan persetujuan dengan syarat TJ boleh beroperasi," tutur Sandiaga Uno di Balai Kota, Jumat (13/7). []

    0 Response to " "

    Posting Komentar

    Iklan Tengah Artikel 1