Loading...
Loading...
Pengamat politik Universitas Sumatera Utara, Fernanda Putra Adela mengatakan, jika akhirnya Prabowo Subianto-Agus Harimurti Yudhoyono berduet pada Pilpres, maka Partai Keadilan Sejahtera tak punya pilihan selain bergabung.
"Saya melihat, apabila pasangan ini benar terjadi. PKS tidak memiliki pilihan lain, selain tetap ikut pada barisan koalisi Prabowo-AHY," kata Fernanda dihubungi AKURAT.CO, Sabtu (28/7).
Alasannya, kata Fernanda, relasi antara PKS dan Demokrat Serta Gerindra dalam peta politik saat ini sudah cukup harmonis.
Apalagi, PKS tidak akan menjual dirinya ke PDI Perjuangan dan koalisinya. Pun, jika membentuk kekuatan berbeda baru, PKS dinilai tak memiliki pemimpin yang mampu menciptakan poros baru untuk memenuhi presidential treshold.
"Sebagai partai menengah, PKS cenderung menjadi pengikut poros dari partai-partai besar yang dianggapnya sejalan dengan kepentingan yang sama," katanya.
"PKS harus memiliki sesuatu yang sangat bisa di tawarkan kepada partai lain untuk bisa menciptakan poros baru. Tapi apa tawaran istimewa yg bisa diberikan PKS? Itu yang belum terlihat," timpal Fernanda.
Sebelumnya Fernanda mengatakan, poros Prabowo-AHY sangat dimungkinkan terjadi. Keduanya juga sangat mencukupi syarat koalisi dan dinilai memiliki basis massa yang cukup.
"AHY bisa dianggap sebagai representasi kelompok muda yang memiliki populasi sekitar 40 persen dari jumlah pemilih Indonesia yang membuat dirinya layak untuk dipasangkan," katanya.[]
"Saya melihat, apabila pasangan ini benar terjadi. PKS tidak memiliki pilihan lain, selain tetap ikut pada barisan koalisi Prabowo-AHY," kata Fernanda dihubungi AKURAT.CO, Sabtu (28/7).
Alasannya, kata Fernanda, relasi antara PKS dan Demokrat Serta Gerindra dalam peta politik saat ini sudah cukup harmonis.
Apalagi, PKS tidak akan menjual dirinya ke PDI Perjuangan dan koalisinya. Pun, jika membentuk kekuatan berbeda baru, PKS dinilai tak memiliki pemimpin yang mampu menciptakan poros baru untuk memenuhi presidential treshold.
"Sebagai partai menengah, PKS cenderung menjadi pengikut poros dari partai-partai besar yang dianggapnya sejalan dengan kepentingan yang sama," katanya.
"PKS harus memiliki sesuatu yang sangat bisa di tawarkan kepada partai lain untuk bisa menciptakan poros baru. Tapi apa tawaran istimewa yg bisa diberikan PKS? Itu yang belum terlihat," timpal Fernanda.
Sebelumnya Fernanda mengatakan, poros Prabowo-AHY sangat dimungkinkan terjadi. Keduanya juga sangat mencukupi syarat koalisi dan dinilai memiliki basis massa yang cukup.
"AHY bisa dianggap sebagai representasi kelompok muda yang memiliki populasi sekitar 40 persen dari jumlah pemilih Indonesia yang membuat dirinya layak untuk dipasangkan," katanya.[]
0 Response to " "
Posting Komentar