Loading...
Loading...
Meski merupakan anak sang proklamator dan pernah menjabat Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri dinilai telah menghancurkan Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet setelah melihat perjalanan bangsa dan negara Indonesia yang makin kacau karena tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.
"Saat ini sudah tidak ada lagi Pancasila di konstitusi kita, seharusnya Jokowi ngerti dong dan Megawati yang merusak itu," tegas Ratna di kediamannya di daerah Bukit Duri, Jakarta, Rabu (4/7) dilansir rmol.co.
Ratna mendesak Jokowi selaku presiden paham akan hal ini dan segera melakukan perubahan.
"Inilah pentingnya kesadaran memahami sejarah untuk kehidupan bangsa dan negara saat ini mau apa, kalau Pancasila sebagai dasar negara dari UUD kita kan penting sekali untuk diketahui oleh anak bangsa ini," ungkap Ratna.
Amandemen UUD 45 yang juga sumber kekacauan negara saat ini pun terjadi di era Megawati.
"Ini semua Megawati yang bertanggung jawab dan itu sudah sering saya sampaikan," cetus Ratna.
Koordinator Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) ini bahkan mengaku jika Jokowi paham harusnya Megawati dihukum berat.
"Jadi jangan tanya ke Megawati, boleh nggak kembali ke UUD 45, orang dia yang merusak kok, justru harus dihukum seberat-beratnya, agar lain kali jangan mengacak-acak UUD 45 sesuka hatinya," pungkasnya.
Hal itu disampaikan oleh aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet setelah melihat perjalanan bangsa dan negara Indonesia yang makin kacau karena tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.
"Saat ini sudah tidak ada lagi Pancasila di konstitusi kita, seharusnya Jokowi ngerti dong dan Megawati yang merusak itu," tegas Ratna di kediamannya di daerah Bukit Duri, Jakarta, Rabu (4/7) dilansir rmol.co.
Ratna mendesak Jokowi selaku presiden paham akan hal ini dan segera melakukan perubahan.
"Inilah pentingnya kesadaran memahami sejarah untuk kehidupan bangsa dan negara saat ini mau apa, kalau Pancasila sebagai dasar negara dari UUD kita kan penting sekali untuk diketahui oleh anak bangsa ini," ungkap Ratna.
Amandemen UUD 45 yang juga sumber kekacauan negara saat ini pun terjadi di era Megawati.
"Ini semua Megawati yang bertanggung jawab dan itu sudah sering saya sampaikan," cetus Ratna.
Koordinator Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) ini bahkan mengaku jika Jokowi paham harusnya Megawati dihukum berat.
"Jadi jangan tanya ke Megawati, boleh nggak kembali ke UUD 45, orang dia yang merusak kok, justru harus dihukum seberat-beratnya, agar lain kali jangan mengacak-acak UUD 45 sesuka hatinya," pungkasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar