Loading...
Loading...
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan angkat bicara menanggapi kabar yang menyebut dirinya memanfaatkan Gedung Balaikota sebagai ajang politik, deklarasi dukungan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) terhadap dirinya.
Secara tegas Anies menyatakan, kabar yang beredar melalui media sosial (medsos) itu sebagai berita bohong atau hoaks. Dirinya pun balik menuding, penyebar isu hoaks tersebut sebagai ‘terorisme’.
"Enggak. Cek aja sama KAHMI. Saya bilang kalau mau pakai tempat ini tidak boleh ada kegiatan politik praktis. Jangan sampai kalah sama pengacau. Ini 'terorisme' main ini," tegas Anies di Balaikota, Jumat (13/7/2018).
Lebih lanjut Anies menjelaskan, acara yang digelar pada Kamis (12/7/2018) kemarin malam bukan merupakan kegiatan politik. Namun kegiatan halalbihalal dengan KAHMI. Dirinya mengaku kegiatan itu telah lama dijadwalkan.
Terkait penulisan agenda yang tertera pada undangan, dan menyebut adanya deklarasi dukungan KAHMI, dirinya menyebut hal itu rekasaya dan bikinan seseorang.
"Ini ada orang yang bikin. Ada aja orang yang waktunya longgar untuk bikin beginian. Justru itu menunjukkan betapa kita harus selalu konfirmasi karena akan selalu ada seperti ini," tambahnya.
Untuk diketahui, KAHMI menggelar kegiatan berupa halalbihalal dengan Gubernur DKI Anies Baswedandi Balaikota, Kamis (12/7/2018) malam. Tapi isu yang beredar di media sosial Whatsapp menyebutkan kegiatan tersebut beragendakan deklarasi dukungan terhadap Anies dalam Pilpres 2019 mendatang.
Secara tegas Anies menyatakan, kabar yang beredar melalui media sosial (medsos) itu sebagai berita bohong atau hoaks. Dirinya pun balik menuding, penyebar isu hoaks tersebut sebagai ‘terorisme’.
"Enggak. Cek aja sama KAHMI. Saya bilang kalau mau pakai tempat ini tidak boleh ada kegiatan politik praktis. Jangan sampai kalah sama pengacau. Ini 'terorisme' main ini," tegas Anies di Balaikota, Jumat (13/7/2018).
Lebih lanjut Anies menjelaskan, acara yang digelar pada Kamis (12/7/2018) kemarin malam bukan merupakan kegiatan politik. Namun kegiatan halalbihalal dengan KAHMI. Dirinya mengaku kegiatan itu telah lama dijadwalkan.
Terkait penulisan agenda yang tertera pada undangan, dan menyebut adanya deklarasi dukungan KAHMI, dirinya menyebut hal itu rekasaya dan bikinan seseorang.
"Ini ada orang yang bikin. Ada aja orang yang waktunya longgar untuk bikin beginian. Justru itu menunjukkan betapa kita harus selalu konfirmasi karena akan selalu ada seperti ini," tambahnya.
Untuk diketahui, KAHMI menggelar kegiatan berupa halalbihalal dengan Gubernur DKI Anies Baswedandi Balaikota, Kamis (12/7/2018) malam. Tapi isu yang beredar di media sosial Whatsapp menyebutkan kegiatan tersebut beragendakan deklarasi dukungan terhadap Anies dalam Pilpres 2019 mendatang.
0 Response to " "
Posting Komentar