Loading...
Loading...
Pernyataan beberapa tokoh oposisi yang mengkritik dan menyerang pelaksanaan mudik Lebaran 2018 dinilai blunder. Pasalnya, kritikan seperti mudik neraka justru membuat mereka semakin ditinggalkan pemilih.
Pengamat politik Karyono Wibowo mengatakan, masyarakat tak memerlukan kritikan yang lebih didasari rasa tak suka apalagi untuk tujuan mengganti preside.
"Justru mereka akan mendapatkan respon negatif. Karena kritikan yang dilontarkan cenderung tak membangun,'' kata Karyono kepada Kricom di Jakarta, Minggu (24/6/2018).
Karyono mencontohkan soal banyaknya komentar negatif di media sosial yang justru menecibir komentar para politikus itu.
"Ini bukti kalau opini yang digiring tak mampu merubah pikiran masyarakat, malah justru menguatkan dukungan masyarakat kepada yang dikiritik,'' sebutnya.
Pengamat dari Indonesia Public Institute ini meminta agar cara-cara semacam ini dihentikan.
"Karena bukannya mencerdaskan masyarakat namun malah menggiring ke opini negatif,'' tutup Karyono.
Pengamat politik Karyono Wibowo mengatakan, masyarakat tak memerlukan kritikan yang lebih didasari rasa tak suka apalagi untuk tujuan mengganti preside.
"Justru mereka akan mendapatkan respon negatif. Karena kritikan yang dilontarkan cenderung tak membangun,'' kata Karyono kepada Kricom di Jakarta, Minggu (24/6/2018).
Karyono mencontohkan soal banyaknya komentar negatif di media sosial yang justru menecibir komentar para politikus itu.
"Ini bukti kalau opini yang digiring tak mampu merubah pikiran masyarakat, malah justru menguatkan dukungan masyarakat kepada yang dikiritik,'' sebutnya.
Pengamat dari Indonesia Public Institute ini meminta agar cara-cara semacam ini dihentikan.
"Karena bukannya mencerdaskan masyarakat namun malah menggiring ke opini negatif,'' tutup Karyono.
0 Response to " "
Posting Komentar