Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP menyatakan, pihaknya siap memfasilitasi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke pemerintah soal data LRT yang dia sebut telah di-mark-up. Dirinya serius dan tidak main-main berniat untuk memfasilitasinya agar persoalan tersebut bisa terang menderang.

Ngabalin berjanji akan meminta anak-anak muda yang financial egineering di kantor Menko Kemaritiman untuk menjelaskan kepada pak Prabowo soal data yang katanya dia dapat dari Gubernur DKI Anies Baswedan, sebagaimana diungkapkan di pidatonya dihadapan kader Gerindra di Palembang, Kamis (21/6/2018) lalu.

"Saya bisa memfasilitasi, biar nanti saya minta anak-anak muda yang financial engineering yang di kantor Menko Kemaritiman itu untuk menjelaskan," kata Ngabalin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/6/2018) malam.

Terkait dugaan itu, Ngabalin menyebut justru terjadi penghematan sebesar Rp 13 triliun dalam proyek LRT tersebut.

"Iya dong. Jangan anggap saya bercanda karena hitungan pemerintah itu terjadi penghematan Rp 13 triliun," jelas pria bersorban, kelahiran Papua itu.

Lanju dia, bahwa proyek LRT yang digarap pemerintah tidak sepenuhnya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Karena itu, Ngabalin mempertanyakan data apa yang dipakai Prabowo Subianto saat berpidato di hadapan kader Gerindra di Palembang tersebut.

Ngabalin bahkan mengingatkan bahwa, untuk pertama di Indonesia, tidak sepenuhnya pembangunan menggunakan APBN. Mungkin sekitar 20-an persen

"Jadi, yang paling pertama harus dibutuhkan data-data apa yang dipakai. Ingat, ini proyek pertama Indonesia yang tidak menggunakan APBN di Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menuding bahwa, biaya pembangunan LRT di Indonesia di-markup. Dia lalu mengaku mengantongi data soal biaya pembangunan untuk LRT di dunia yang hanya berkisar US$ 8 juta/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 24,5 km, biayanya hampir Rp 12,5 triliun atau dengan kata lain US$ 40 juta/km.

"Saya tanya harganya berapa proyeknya Rp 12,5 triliun. Luar biasa. Rp 12,5 triliun untuk sepanjang 24 km. Saya diberi tahu oleh Gubernur DKI yang sekarang, saudara Anies Baswedan, dia menyampaikan kepada saya: Pak Prabowo, indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar," ujar Prabowo dalam sambutan di acara silaturahmi kader Gerindra di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis (21/6/2018).

"Kalau ini, Rp 12 triliun untuk 24 km, berarti 1 km 40 juta dolar. Bayangkan. Di dunia 1 km 8 juta dolar, di Indonesia, 1 km 40 juta dolar. Jadi saya bertanya kepada saudara-saudara, markup, penggelembungannya berapa? 500 persen," sindir rival politik Jokowi di Pilpres 2014 yang lalu.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1