Loading...
Loading...
Petahana Najib Razak berhasil ditumbanhkan oleh lawannya Mahathir Mohammad dalam Pemilu Malaysia 2018. Dengan kemenangan ini Mahathir Mohammad pun terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Malaysia.
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menduga Pemilu Malaysia akan menular juga di Pilpres 2019. Artinya petahana Joko Widodo (Jokowi) akan dikalahkan oleh calon lainnya.
"Karena gejala tumbangnya pemerintahan itu sudah tampak di depan mata. Jadi waspadalah," ujar Fahri Hamzah saat dihubungi, Jumat (11/5).

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK mencapai 72,2 persen, berdasarkan survei Litbang Kompas. (Reuters)
Oleh sebab itu Fahri menyarankan kepada koalisi Jokowi tidak perlu jumawa, dengan menyebut akan memenangkan Pilpres 2019 dengan mudah, karena petahana.
"Karena kemenangan Mahathir ini peringatan keras bagi pemerintah Indonesia berhati-hati membaca perasaan dan aspirasi masyarakat," katanya.
Menurut Fahri Hamzah, survei tidak bisa dijadikan indikator bahwa seorang capres akan memenangkan kontestasi. Itu dibuktikan dengan kemenangan Mahathir.
Dalam berbagai survei, Najib selalu diunggulkan, namun nyatanya kalah. Sehingga, dia mengaku yakin akan muncul pemimpin baru di 2019.
"Jadi, tampaknya memang Indonesia akan memiliki pemimpin baru di tahun depat," ungkapnya.
Fahri yakin, Jokowi tidak akan lanjut dia periode. Sebab, banyak masyarakat yang menginginkan pemimpin baru.
"Sepertinya kekuasaan yang ada sekarang ini dan koalisi pemerintah akan berakhir cukup sampai di sini," pungkasnya.
Sekadar informasi, hasil akhir pemilu Malaysia menunjukkan keunggulan koalisi Pakatan Harapan (PH) dalam perolehan kursi parlemen atau Dewan Rakyat. Koalisi PH yang dipimpin Mahathir Mohammad meraih 113 kursi dari total 222 kursi Dewan Rakyat yang diperebutkan.
Di sisi lain koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin sang petahana Najib Razak hanya meraih 79 kursi. Mahathir Mohammad, resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia setelah mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Damansara, Malaysia, Kamis (10/5) malam.
Dengan dilantiknya Mahathir, ia menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia. Jabatan ini merupakan yang kedua kali bagi Mahathir setelah menjadi perdana menteri pada 1981-2003.
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menduga Pemilu Malaysia akan menular juga di Pilpres 2019. Artinya petahana Joko Widodo (Jokowi) akan dikalahkan oleh calon lainnya.
"Karena gejala tumbangnya pemerintahan itu sudah tampak di depan mata. Jadi waspadalah," ujar Fahri Hamzah saat dihubungi, Jumat (11/5).
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK mencapai 72,2 persen, berdasarkan survei Litbang Kompas. (Reuters)
Oleh sebab itu Fahri menyarankan kepada koalisi Jokowi tidak perlu jumawa, dengan menyebut akan memenangkan Pilpres 2019 dengan mudah, karena petahana.
"Karena kemenangan Mahathir ini peringatan keras bagi pemerintah Indonesia berhati-hati membaca perasaan dan aspirasi masyarakat," katanya.
Menurut Fahri Hamzah, survei tidak bisa dijadikan indikator bahwa seorang capres akan memenangkan kontestasi. Itu dibuktikan dengan kemenangan Mahathir.
Dalam berbagai survei, Najib selalu diunggulkan, namun nyatanya kalah. Sehingga, dia mengaku yakin akan muncul pemimpin baru di 2019.
"Jadi, tampaknya memang Indonesia akan memiliki pemimpin baru di tahun depat," ungkapnya.
Fahri yakin, Jokowi tidak akan lanjut dia periode. Sebab, banyak masyarakat yang menginginkan pemimpin baru.
"Sepertinya kekuasaan yang ada sekarang ini dan koalisi pemerintah akan berakhir cukup sampai di sini," pungkasnya.
Sekadar informasi, hasil akhir pemilu Malaysia menunjukkan keunggulan koalisi Pakatan Harapan (PH) dalam perolehan kursi parlemen atau Dewan Rakyat. Koalisi PH yang dipimpin Mahathir Mohammad meraih 113 kursi dari total 222 kursi Dewan Rakyat yang diperebutkan.
Di sisi lain koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin sang petahana Najib Razak hanya meraih 79 kursi. Mahathir Mohammad, resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia setelah mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Damansara, Malaysia, Kamis (10/5) malam.
Dengan dilantiknya Mahathir, ia menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia. Jabatan ini merupakan yang kedua kali bagi Mahathir setelah menjadi perdana menteri pada 1981-2003.
0 Response to " "
Posting Komentar