Loading...
Loading...
Pertemuan antara Komando Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno beberapa hari lalumasih menyisakan tanda tanya.
Apalagi Demokrat masih belum menentukan sikap antara merapat ke kubu PDI Perjuangan atau Gerindra. Tapi nampaknya, partai berlambang mercy ini lebih cenderung bergabung dengan gerbong Joko Widodo (Jokowi).
"Untuk saat ini, saya melihatnya justru poros Partai Demokratlah yang akan menentukan dan akan berhadapan dengan poros Prabowo di 2019 nanti," kata Pengamat Politik Rusdi Abbas kepada Kricom, Selasa (22/5/2018).
Menurutnya, partai politik enggan merapat ke gerbong Gerindra lantaran elektabilitas Prabowo dari hari ke hari masih stagnan.
"Partai politik enggan menjalin komunikasi intim dengan Gerindra dan mengusung Prabowo sebagai capres. Karena situasinya batas suara teratas Parbowo itu ya segitu-gitu saja dan susah untuk melampaui perolehan suaranya pada Pilpres 2014 kemarin," sambungnya.
Saat disinggung soal masih abu-abunya cawapres Prabowo, Rusdi menilai itu adalah sikap yang bagus. Karena jika sedini mungkin mengajukan Capres maupun Cawapres, akan sangat mudah terbaca oleh kubu Jokowi.
"Sebab bila sepagi ini mereka sudah menentukan siapa calon yang akan diusung, membuat Jokowi bisa dengan mudah mengatur strateginya di 2019 (karena tidak ada unsur kejutan), termasuk memilih siapa calon pendampingnya di 2019," tutup Alumni Marmara University Turki ini.
Apalagi Demokrat masih belum menentukan sikap antara merapat ke kubu PDI Perjuangan atau Gerindra. Tapi nampaknya, partai berlambang mercy ini lebih cenderung bergabung dengan gerbong Joko Widodo (Jokowi).
"Untuk saat ini, saya melihatnya justru poros Partai Demokratlah yang akan menentukan dan akan berhadapan dengan poros Prabowo di 2019 nanti," kata Pengamat Politik Rusdi Abbas kepada Kricom, Selasa (22/5/2018).
Menurutnya, partai politik enggan merapat ke gerbong Gerindra lantaran elektabilitas Prabowo dari hari ke hari masih stagnan.
"Partai politik enggan menjalin komunikasi intim dengan Gerindra dan mengusung Prabowo sebagai capres. Karena situasinya batas suara teratas Parbowo itu ya segitu-gitu saja dan susah untuk melampaui perolehan suaranya pada Pilpres 2014 kemarin," sambungnya.
Saat disinggung soal masih abu-abunya cawapres Prabowo, Rusdi menilai itu adalah sikap yang bagus. Karena jika sedini mungkin mengajukan Capres maupun Cawapres, akan sangat mudah terbaca oleh kubu Jokowi.
"Sebab bila sepagi ini mereka sudah menentukan siapa calon yang akan diusung, membuat Jokowi bisa dengan mudah mengatur strateginya di 2019 (karena tidak ada unsur kejutan), termasuk memilih siapa calon pendampingnya di 2019," tutup Alumni Marmara University Turki ini.
0 Response to " "
Posting Komentar