Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Partai Demokrat menyoroti soal buruknya kepercayaan publik kepada Presiden Joko Widodo, terutama dalam sentimen soal agama. Yang paling terlihat adalah gonjang-ganjing kasus hukum Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

Wasekjen Demokrat, Rachland Nashidik menyebut, di masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Habib Rizieq sudah dijadikan terpidana dalam kasus sweeping dan penyerangan, tapi saat itu sama sekali tak ada gonjang-ganjing.

"Tapi hari ini, nama Habib Rizieq ada di bursa Capres loh," kata Rachland saat acara survei Indo Barometer di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

Menurut Rachland, fenonema ini menandakan adanya sentimen umat terhadap Joko Widodo.

"Sikap pemisahan antara agama dan negara yang menurut saya dilakukan oleh Habib Rizieq dan para pengikutnya, sekarang diterima sebagai sikap politik di Indonesia. Padahal sebelumnya, pada zaman SBY, pengelolaan kebinekaan dalam penegakan hukum bisa dikelola dengan baik sehingga tak bisa menjadi suatu gerakan politik," paparnya.

Apalagi, status Rizieq yang merupakan terpidana justru jadi Capres di era Jokowi.

"Meski dalam pengelolaan konflik tentu saja akan lebih baik kalau gerakan politik keagamaan mengambil jalan demokratis, seperti pemilu atau lainnya," tutupnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1