Loading...
Loading...
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mumet dengan elektabilitas yang turun dan sampai harus membuka opsi menggandeng Prabowo Subianto. PDIP menyerang balik Partai Gerindra yang menyebut Jokowi mumet dan panik.
"Jokowi lho, semua minta digandeng dia, itu ketum-ketum, (sedangkan) yang minta untuk digandeng Pak Prabowo kan nggak ada," kata Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, pada hari Selasa (24/4).
Yang menyebut elektabilitas Jokowi turun, menurut Eva, hanya berdasar hasil survei Median. Itulah alat untuk menyerang Jokowi. Padahal, Eva mengatakan mayoritas hasil survei lembaga lainnya berkata sebaliknya.
"Menurut saya, basis datanya (yang disimpulkan Gerindra) tidak jelas. Ini lebih kepada delusi," tanggap Eva.
"Kan aneh kalau hanya memegang data yang memenangkan dia, sementara nggak konsisten dengan riset-riset yang lain. Semua bilang Jokowi naik kok," tambah Eva.
Terlepas dari itu, potensi duet Jokowi-Prabowo dalam Pilpres 2019 kembali lagi ke Jokowi serta partai politik pengusung.
"Tapi kalau untuk finalnya, rembukan dulu. Bukan keputusan orang per orang. Pak Jokowi pasti akan ajak rembukan (bila hendak menentukan keputusan cawapres)," kata Eva.
"Jokowi lho, semua minta digandeng dia, itu ketum-ketum, (sedangkan) yang minta untuk digandeng Pak Prabowo kan nggak ada," kata Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, pada hari Selasa (24/4).
Yang menyebut elektabilitas Jokowi turun, menurut Eva, hanya berdasar hasil survei Median. Itulah alat untuk menyerang Jokowi. Padahal, Eva mengatakan mayoritas hasil survei lembaga lainnya berkata sebaliknya.
"Menurut saya, basis datanya (yang disimpulkan Gerindra) tidak jelas. Ini lebih kepada delusi," tanggap Eva.
"Kan aneh kalau hanya memegang data yang memenangkan dia, sementara nggak konsisten dengan riset-riset yang lain. Semua bilang Jokowi naik kok," tambah Eva.
Terlepas dari itu, potensi duet Jokowi-Prabowo dalam Pilpres 2019 kembali lagi ke Jokowi serta partai politik pengusung.
"Tapi kalau untuk finalnya, rembukan dulu. Bukan keputusan orang per orang. Pak Jokowi pasti akan ajak rembukan (bila hendak menentukan keputusan cawapres)," kata Eva.
0 Response to " "
Posting Komentar