Loading...
Loading...
Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali mengeluarkan kata-kata pedas terkait kerja Presiden Jokowi. Fahri menilai kesibukan Presiden selama ini sebagai kesibukan salah arah dan Jokowi bersembunyi di balik citranya.
Dalam akun Twitternya @FahriHamzah memberikan tanggapan atas aksi Jokowi selama ini sebagai Presiden.
"Kepemimpinan pak @jokowi tidak bisa mengobati luka Ummat Islam, meski nampak sekali berusaha. Karena beliau tidak paham luka Umat Islam yang ia timbulkan kemarin-kemarin. Maka luka terus menganga. Ini bukan soal 212 tetapi sesuatu yang mengalir dalam rasa. #LukaUmmat," tulis fahri di Twitter.
Menurutnya, kepemimpinan memerlukan narasi. Sebuah bangsa tanpa narasi tinggal tunggu waktu tenggelam.
"Itulah yang mencemaskan dari kepemimpinan sekarang. Nggak pernah menjelaskan kita mau ke mana. Sibuk kerja bagi sepeda dan kerja yang harusnya kerjaan lurah dan pemborong. #LukaBangsa," tulis Fahri.

Ia menegaskan, mengapa kesibukan presiden dianggap kesibukan yang benar padahal itu kesibukan salah arah.
"Presiden itu presiden bukan walikota. Dia tidak boleh nampak sibuk menjadi mandor atau petugas pelayanan birokrasi. Kesibukannya adalah presidensial. #LukaBangsa," tulis Fahri.
"#President dan #Presidential adalah istilah yang di-nisbatkan kepada jabatan dan standar kapasitas tertentu. Makanya muncul istilah #PresidentialLook karena dia harus juga nampak dan dapat dilihat," tambah Fahri.
Bukan saja akibat sistem pemerintahannya tapi standar tindakannya.
Fahri tidak mau meneruskan nasehat ini tapi ia percaya bahwa ujian pada pak Jokowi adalah itu. Seleksi rakyat akan semakin presidensial. "Sementara beliau semakin tidak nampak dibantu untuk tampil dengan standar #Presidential. Itulah salah satu alasan beliau bisa tertolak," tulisnya.
Menurutnya, ekspektasi rakyat terhadap figur Presiden makin tinggi dan citra makin tak berguna. 4 tahun cukup untuk membaca siapa presiden kita sebenarnya.
Fahri Hamzah ingin Jokowi beradu pendapat dengan Rocky Gerung, Anis Matta, atau Romli Atmasasmita.
"Sesekali Pengen melihat presiden @jokowi duduk di @ILC_tvOnenews dipandu @karniilyas dan berdebat dengan @rockygerung atau @anismatta #TentangArahBangsa atau dengan saya dan prof @romliatma #TentangKorupsi atau yg lain," tulisnya.
Menurutnya, Jokowi tak memiliki gagasan. Sebab, pendukungnya tak ada yang berani mewakili pikiran Jokowi.
"Pengen lihat presiden mempertahankan pendapatnya sebab tidak pernah. Dan lingkar dalam-nya pun tak ada yang berani mewakili pikiran bos-nya sebab Jangan-jangan memang tak ada pikiran. Sejak debat Pilpres yg dangkal di 2014 pemenuhan janji tak ada forumnya lalu kita kerja apa?,".
Fahri sampai menantang perdebatan tentang apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi selama 4 tahun ini dan Fahri mengaku siap untuk debat tersebut.
"Sekarang presiden sedang mendelegasikan perdebatan. Saya minta 1 slot; perdebatan tentang apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan ini dalam 4 tahun #BerantasKorupsi dan apa rencana ke depan. Saya siap ikut meramaikan," tulisnya.
Fahri juga mengatakan bahwa pemerintah terlalu toleran terhadap masalah-masalah yang belum terselesaikan.
Bahkan, jika disinggung soal hal tersebut, menurutnya pasti “pemerintah sedang giat bekerja”.
"Rasanya kita terlalu toleran terhadap masalah yg tidak diselesaikan tapi terus ramai sebagai persoalan. Kalau ditanya jawabannya sederhana, “pemerintah sedang giat bekerja” padahal bekerja menghabiskan biaya tanpa hasil. Atau dijawab “dari dulu juga gitu!”. Dll..,".
Fahri menegaskan agar Jokowi tidak bersembunyi di balik citranya.
"Sekarang, mari kita berterus terang saja. Ungkapkan kebenaran apa adanya. Mari berdebat mengurai persoalan bangsa. Demi rakyat pemilik kedaulatan. Jangan bersembunyi dibalik citra. Ayo bermain di gelanggang terbuka. Ini aku di mana kamu!,".
Dalam akun Twitternya @FahriHamzah memberikan tanggapan atas aksi Jokowi selama ini sebagai Presiden.
"Kepemimpinan pak @jokowi tidak bisa mengobati luka Ummat Islam, meski nampak sekali berusaha. Karena beliau tidak paham luka Umat Islam yang ia timbulkan kemarin-kemarin. Maka luka terus menganga. Ini bukan soal 212 tetapi sesuatu yang mengalir dalam rasa. #LukaUmmat," tulis fahri di Twitter.
Menurutnya, kepemimpinan memerlukan narasi. Sebuah bangsa tanpa narasi tinggal tunggu waktu tenggelam.
"Itulah yang mencemaskan dari kepemimpinan sekarang. Nggak pernah menjelaskan kita mau ke mana. Sibuk kerja bagi sepeda dan kerja yang harusnya kerjaan lurah dan pemborong. #LukaBangsa," tulis Fahri.

Ia menegaskan, mengapa kesibukan presiden dianggap kesibukan yang benar padahal itu kesibukan salah arah.
"Presiden itu presiden bukan walikota. Dia tidak boleh nampak sibuk menjadi mandor atau petugas pelayanan birokrasi. Kesibukannya adalah presidensial. #LukaBangsa," tulis Fahri.
"#President dan #Presidential adalah istilah yang di-nisbatkan kepada jabatan dan standar kapasitas tertentu. Makanya muncul istilah #PresidentialLook karena dia harus juga nampak dan dapat dilihat," tambah Fahri.
Bukan saja akibat sistem pemerintahannya tapi standar tindakannya.
Fahri tidak mau meneruskan nasehat ini tapi ia percaya bahwa ujian pada pak Jokowi adalah itu. Seleksi rakyat akan semakin presidensial. "Sementara beliau semakin tidak nampak dibantu untuk tampil dengan standar #Presidential. Itulah salah satu alasan beliau bisa tertolak," tulisnya.
Menurutnya, ekspektasi rakyat terhadap figur Presiden makin tinggi dan citra makin tak berguna. 4 tahun cukup untuk membaca siapa presiden kita sebenarnya.
Fahri Hamzah ingin Jokowi beradu pendapat dengan Rocky Gerung, Anis Matta, atau Romli Atmasasmita.
"Sesekali Pengen melihat presiden @jokowi duduk di @ILC_tvOnenews dipandu @karniilyas dan berdebat dengan @rockygerung atau @anismatta #TentangArahBangsa atau dengan saya dan prof @romliatma #TentangKorupsi atau yg lain," tulisnya.
Menurutnya, Jokowi tak memiliki gagasan. Sebab, pendukungnya tak ada yang berani mewakili pikiran Jokowi.
"Pengen lihat presiden mempertahankan pendapatnya sebab tidak pernah. Dan lingkar dalam-nya pun tak ada yang berani mewakili pikiran bos-nya sebab Jangan-jangan memang tak ada pikiran. Sejak debat Pilpres yg dangkal di 2014 pemenuhan janji tak ada forumnya lalu kita kerja apa?,".
Fahri sampai menantang perdebatan tentang apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi selama 4 tahun ini dan Fahri mengaku siap untuk debat tersebut.
"Sekarang presiden sedang mendelegasikan perdebatan. Saya minta 1 slot; perdebatan tentang apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan ini dalam 4 tahun #BerantasKorupsi dan apa rencana ke depan. Saya siap ikut meramaikan," tulisnya.
Fahri juga mengatakan bahwa pemerintah terlalu toleran terhadap masalah-masalah yang belum terselesaikan.
Bahkan, jika disinggung soal hal tersebut, menurutnya pasti “pemerintah sedang giat bekerja”.
"Rasanya kita terlalu toleran terhadap masalah yg tidak diselesaikan tapi terus ramai sebagai persoalan. Kalau ditanya jawabannya sederhana, “pemerintah sedang giat bekerja” padahal bekerja menghabiskan biaya tanpa hasil. Atau dijawab “dari dulu juga gitu!”. Dll..,".
Fahri menegaskan agar Jokowi tidak bersembunyi di balik citranya.
"Sekarang, mari kita berterus terang saja. Ungkapkan kebenaran apa adanya. Mari berdebat mengurai persoalan bangsa. Demi rakyat pemilik kedaulatan. Jangan bersembunyi dibalik citra. Ayo bermain di gelanggang terbuka. Ini aku di mana kamu!,".

0 Response to " "
Posting Komentar