Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaksanakan proses tes wawancara untuk para bakal calon legislatif (Bacaleg) pada Sabtu, (28/4). Demi menjaring Bacaleg yang berkualitas, PSI pun melibatkan para panelis independen dari berbagai latar belakang.

Para Panelis yang dimaksud yakni, Bibit Samad Rianto (mantan Wakil Ketua KPK), Gun Gun Heryanto (Dosen Komunikasi Politik UIN Jakarta), Neng Dara Affiah (Mantan Komisioner Komnas Perempuan), Asep Iwan Iriawan (Mantan Hakim), Betti Alisjahbana (Pakar Manajemen dan Mantan Presiden Direktur IBM Indonesia), Clara Joewono (Pakar Hubungan Internasional CSIS), dan Komaruddin Hidayat (Cendekiawan Muslim dan Guru Besar UIN Jakarta).

Salah satu panelis yang merupakan mantan hakim, Asep Iwan Iriawan mengaku berkali-kali bila dirinya dibikin malu pada saat menjadi panelis independen.

“Ternyata ada anak muda, orang bisnis, bekas dubes, dan tokoh-tokoh lainnya yang hidupnya sudah selesai, kok mau masuk partai gurem. Kenapa bukan partai yang sudah mapan?,” kata Asep di Jakarta, Sabtu (28/4).

Asep melihat para kandidat bacaleg ini mempunyai komitmen, integritas, dan visi-misi yang jelas. “Karena itu, saya melihat ada harapan bangsa ini akan berubah menjadi lebih baik, dan tidak bubar,” ujarnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Bibit Samad Rianto mengatakan berdasarkan pengalaman selama ini, dirinya melihat banyak pejabat Indonesia yang tidak punya kompetensi dan integritas, tapi punya uang.

“Berbeda di PSI, saya melihat ada harapan partai ini akan menjadi besar karena dihuni oleh orang-orang yang berintegritas dan punya kompetensi untuk membangun bangsanya,” kata Bibit.

Sementara itu Ketua Umum PSI, Grace Natalie menyatakan bahwa para bacaleg yang datang untuk mendaftar ke PSI ini telah mempunyai harapan baru. Sebab politik yang buruk bisa diubah platform-nya.

"Tanpa harus mengandalkan koneksi dengan orang-orang partai, mereka bisa menjadi caleg. Tanpa bayar ini dan itu,” ucap mantan presenter TV swasta ini.

Grace menambahkan, semoga semakin banyak orang semacam itu yang datang ke PSI. Kalau semakin banyak orang berkualitas masuk politik, mimpi untuk mengubah Indonesia pasti bukan mimpi di siang bolong.

“Kalau mereka yang berintegritas dan kompeten masuk, pasti akan keren banget parlemen kita,” kata Grace.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1