Loading...
Loading...
Terdakwa bom Thamrin dan Kampung Melayu, Aman Abdurrahman, kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam sidang, Aman menyebut Indonesia sebagai negara kafir.
“Pertama idelogi bukan Islam, kedua sistemnya juga demokrasi, dan hukum undang-undangnya juga bukan Allah,” ucap Aman di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jumat (27/4).
Ia juga mengatakan, Indonesia bukanlah negara Islam, maka dirinya harus berhijrah ke negara yang menegakkan syariat Islam. "Indonesia kan bukan negara Islam, kan sistem syirik, kafir, jika ada negara yang menegakkan syariat Islam wajib untuk hijrah,” kata Aman.
“Saya sebagai hamba Allah ingin hijrah tapi karena ini (kasus bom) enggak bisa,” ujarnya.
Dalam kasus ini, Aman didakwa memerintahkan empat orang untuk meledakkan bom di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Aman menyasar tempat tersebut sebagai lokasi teror karena banyak warga negara asing (WNA) di sana.
Bom tersebut akhirnya diledakkan di gerai Starbucks dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016.
Peristiwa itu saat ini sedang dibuat filmnya dengan judul "22 Menit".
“Pertama idelogi bukan Islam, kedua sistemnya juga demokrasi, dan hukum undang-undangnya juga bukan Allah,” ucap Aman di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jumat (27/4).
Ia juga mengatakan, Indonesia bukanlah negara Islam, maka dirinya harus berhijrah ke negara yang menegakkan syariat Islam. "Indonesia kan bukan negara Islam, kan sistem syirik, kafir, jika ada negara yang menegakkan syariat Islam wajib untuk hijrah,” kata Aman.
“Saya sebagai hamba Allah ingin hijrah tapi karena ini (kasus bom) enggak bisa,” ujarnya.
Dalam kasus ini, Aman didakwa memerintahkan empat orang untuk meledakkan bom di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Aman menyasar tempat tersebut sebagai lokasi teror karena banyak warga negara asing (WNA) di sana.
Bom tersebut akhirnya diledakkan di gerai Starbucks dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016.
Peristiwa itu saat ini sedang dibuat filmnya dengan judul "22 Menit".
0 Response to " "
Posting Komentar