Loading...
Loading...
Sindiran Gerindra terhadap utang pemerintah, ibarat menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.
Kasus terakhir dimana ratusan sopir Angkutan Perkotaan dari berbagai trayek di Bogor, Jawa Barat, berusaha mendatangi panitia temu kader dan Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas Partai Gerakan Indonesia. Untuk menagih biaya transport peserta rakornas.
Rapat Koordinasi Nasional yang digelar Partai Gerindra meninggalkan kekecewaan ratusan sopir angkot.
Rakornas tersebut diadakan di kediaman Prabowo Subianto yang terletak di Hambalang Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kami hanya meminta perjanjian semalam yang menyuruh membawa mobil angkot," ujar Iwan Setiawan, salah satu sopir angkot, Rabu 11 April 2018.
Ia mengatakan, perjanjian pembayaran dari panitia Rakornas dengan para sopir angkot bervariasi. Satu angkot ada yang dijanjikan bayar Rp200 hingga 300 ribu rupiah, untuk waktu sewa mulai pukul 07.00-16.00 WIB,
dari lokasi parkir ke pusat acara yang jaraknya sekitar 2 kilometer. Selama angkotnya disewa, para sopir angkot harus menunggu di sekitar lokasi.
"Sampai saat ini, kami belum menerima uang yang di janjikan oleh panitia tersebut," ujarnya.
Selain itu, kata dia, para angkot belum juga mendapatkan kepastian dari panitia Rakornas sampai kapan menunggu di Hambalang. “Ada yang bilang hanya sampai sore, namun sebagian ada yang memberitahu sampai malam," katanya.
Para sopir angkot makin kesal karena harus menunggu hingga acara selesai tanpa diberi konsumsi. Mereka menilai panitia enggak memahami bahwa para sopir juga harus memberikan setoran Rp170.000 ke pemilik angkot.
"Pemilik angkot kan enggak ngerti (keadaannya), setoran harus melebihi lagi. Makan juga enggak dapet, padahal awalnya katanya dapet," ucap Miftahul.
Sampai saat ini, belum ada satu pun pengurus partai yang memberikan komentar soal siapa yang bertanggung jawab atas pembayaran sopir angkot tersebut.
Belum lama ini diketahui bahwa Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon terlilit utang pembayaran listrik. Sebagaimana diberitakan di media, rumah milik Fadli Zon yang digunakan sebagai posko pemuda dan pergerakan partai Gerindra menunggak pembayaran listrik selama beberapa bulan kepada pihak PLN,
Opini diatas saya buat dengan sumber berikut ini : 1) https://nasional.tempo.co/read/658201/buruh-perusahaan-prabowo-ini-protes-gajinya 2) https://www.viva.co.id/berita/nasional/1025512-jemput-peserta-rakornas-gerindra-sopir-angkot-belum-dibayar
Bagai mana tidak, saat ini Gerindra sedang mengalami masa-masa kekurangan logistik untuk menghadapi Pemilu dan Pilpres 2019. Hal tersebut dikarenakan dana mereka terkuras saat mengikuti Pilpres 2014 yang meninggalkan jejak hutang di mana-mana,
Kasus terakhir dimana ratusan sopir Angkutan Perkotaan dari berbagai trayek di Bogor, Jawa Barat, berusaha mendatangi panitia temu kader dan Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas Partai Gerakan Indonesia. Untuk menagih biaya transport peserta rakornas.
Rapat Koordinasi Nasional yang digelar Partai Gerindra meninggalkan kekecewaan ratusan sopir angkot.
Rakornas tersebut diadakan di kediaman Prabowo Subianto yang terletak di Hambalang Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kami hanya meminta perjanjian semalam yang menyuruh membawa mobil angkot," ujar Iwan Setiawan, salah satu sopir angkot, Rabu 11 April 2018.
Ia mengatakan, perjanjian pembayaran dari panitia Rakornas dengan para sopir angkot bervariasi. Satu angkot ada yang dijanjikan bayar Rp200 hingga 300 ribu rupiah, untuk waktu sewa mulai pukul 07.00-16.00 WIB,
dari lokasi parkir ke pusat acara yang jaraknya sekitar 2 kilometer. Selama angkotnya disewa, para sopir angkot harus menunggu di sekitar lokasi.
"Sampai saat ini, kami belum menerima uang yang di janjikan oleh panitia tersebut," ujarnya.
Selain itu, kata dia, para angkot belum juga mendapatkan kepastian dari panitia Rakornas sampai kapan menunggu di Hambalang. “Ada yang bilang hanya sampai sore, namun sebagian ada yang memberitahu sampai malam," katanya.
Para sopir angkot makin kesal karena harus menunggu hingga acara selesai tanpa diberi konsumsi. Mereka menilai panitia enggak memahami bahwa para sopir juga harus memberikan setoran Rp170.000 ke pemilik angkot.
"Pemilik angkot kan enggak ngerti (keadaannya), setoran harus melebihi lagi. Makan juga enggak dapet, padahal awalnya katanya dapet," ucap Miftahul.
Sampai saat ini, belum ada satu pun pengurus partai yang memberikan komentar soal siapa yang bertanggung jawab atas pembayaran sopir angkot tersebut.
Belum lama ini diketahui bahwa Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon terlilit utang pembayaran listrik. Sebagaimana diberitakan di media, rumah milik Fadli Zon yang digunakan sebagai posko pemuda dan pergerakan partai Gerindra menunggak pembayaran listrik selama beberapa bulan kepada pihak PLN,

Opini diatas saya buat dengan sumber berikut ini : 1) https://nasional.tempo.co/read/658201/buruh-perusahaan-prabowo-ini-protes-gajinya 2) https://www.viva.co.id/berita/nasional/1025512-jemput-peserta-rakornas-gerindra-sopir-angkot-belum-dibayar
0 Response to " "
Posting Komentar