Loading...
Loading...
Sebuah video yang diunggah di laman facebook yang menampilkan ceramah ustaz Abdul Somad di depan para menteri di acara penghargaan Republika, baru-baru ini menjadi viral.
Video yang diunggah di media sosial tersebut menarik perhatian netizen.
Video ini menunjukan aksi berbalas pantun dari sejumlah tokoh elite.
Mulai dari menteri yang duduk di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi, hingga pejabat ibu kota dan tokoh agama.
Video yang diunggah di media sosial tersebut menarik perhatian netizen.
Video ini menunjukan aksi berbalas pantun dari sejumlah tokoh elite.
Mulai dari menteri yang duduk di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi, hingga pejabat ibu kota dan tokoh agama.
Mula-mula pembacaan pantun dilakukan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti.
//
Susi Pudjiastuti tampaknya membacakan pantun tentang ikan dan laut.
Isi pantunnya ini tentu mengundang sorak dan tawa dari hadirin yang hadir.
Hadirin yang menonton aksi pembacaan panggung Menteri Susi Pudjiastusi pun, terdiri dari sejumlah pejabat elitenya di pemerintahan.
Berikut ini pantun yang dibacakan Susi Pudjiastuti.
"Ada daratan ada lautan
Laut dalam tenang airnya
Hidup tak perlu ketakutan
Sumber daya tiada habisnya
Tempuh hidup dengan semangat
Semangat juang tiada akhir
Tanpa lautan kita sekarat
Bagaikan ikan kehilangan air
Bila engkau memancing belut
Mancinglah pula ikan nila
Bangsa yang mampu taklukan laut
Mereka berhak kuasai dunia
Beli beras di Kota Karawang
Ke Pangandaran kita beli ikan
Bangsa Indonesia setegar karang
Asal semua jaga persatuan
Langit mendung bewarna hitam
Pertanda sebentar lagi turun hujan
Hai asing, jangan macam-macam
Nenek moyang kami penakluk lautan
Ikan Pari makin langka
Tak bisa dipelihara dalam selokan
Mari jaga laut kita
Yang bandel saya tenggelamkan"
Pantun yang dibacakan Menteri Susi ini, sontak membuat seisi ruangan riuh.
Ternyata mantap dan dalamnya makna dibalik pantun Menteri Susi soal ikan dan lautan di Indonesia, mencuri perhatian Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad yang turut hadir dalam acara tesebut pun secara tak terduga memulai pidatonya secara mengejutkan.
Ia justru membacakan satu pantun yang juga menyentil soal ikan.
"Tuan menangkap Ikan
Jangan dimakan daun asparagus
Melihat Bapak Zulkifli Hasan
Ingat Janji bulan Agustus"
Pantun yang singkat ini, sontak membuat Menteri Susi bereaksi.
Tak hanya itu, di penghujung sambutannya, Ustaz Somad kembali membacakan pantun yang membuat semua tamu tersenyum lebar dan tertawa terpingkal-pingkal.
Adapun pantun yang dibacakan Ustaz Abdul Somad itu yakni:
"Kalau Makan Ikan Gulama
Jangan Dimakan di dalam pinggan
Sebenarnya saya bisa berlama-lama
Tapi saya takut ditenggelamkan"
Video yang diunggah ke halaman media sosial facebook pada 14 April 2018 lalu melalui akun Daily Motivation, video tersebut telah ditonton sebanyak 817 ribu tayangan, dengan 41 ribu tanggapan.
Selain itu, video tersebut juga telah dibagikan sebanyak 16 ribu kali, dengan 7 ribu komentar.
Adapun komentar yang disampaikan para warganet tersebut yakni:
Heranof Firdaus Bin Amriel: Wah keren UAS, jadi tokoh perubahan Republika. Padang selalu setia..
Sal Bani: Masya allah emang ustadz abd somad menyejukkan hati
Bunda Kanza :Mashaa Allah..Tabarokallahu... Semoga tetap istiqomah ustadz.
Simak videonya di bawah ini:
//
Susi Pudjiastuti tampaknya membacakan pantun tentang ikan dan laut.
Isi pantunnya ini tentu mengundang sorak dan tawa dari hadirin yang hadir.
Hadirin yang menonton aksi pembacaan panggung Menteri Susi Pudjiastusi pun, terdiri dari sejumlah pejabat elitenya di pemerintahan.
Berikut ini pantun yang dibacakan Susi Pudjiastuti.
"Ada daratan ada lautan
Laut dalam tenang airnya
Hidup tak perlu ketakutan
Sumber daya tiada habisnya
Tempuh hidup dengan semangat
Semangat juang tiada akhir
Tanpa lautan kita sekarat
Bagaikan ikan kehilangan air
Bila engkau memancing belut
Mancinglah pula ikan nila
Bangsa yang mampu taklukan laut
Mereka berhak kuasai dunia
Beli beras di Kota Karawang
Ke Pangandaran kita beli ikan
Bangsa Indonesia setegar karang
Asal semua jaga persatuan
Langit mendung bewarna hitam
Pertanda sebentar lagi turun hujan
Hai asing, jangan macam-macam
Nenek moyang kami penakluk lautan
Ikan Pari makin langka
Tak bisa dipelihara dalam selokan
Mari jaga laut kita
Yang bandel saya tenggelamkan"
Pantun yang dibacakan Menteri Susi ini, sontak membuat seisi ruangan riuh.
Ternyata mantap dan dalamnya makna dibalik pantun Menteri Susi soal ikan dan lautan di Indonesia, mencuri perhatian Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad yang turut hadir dalam acara tesebut pun secara tak terduga memulai pidatonya secara mengejutkan.
Ia justru membacakan satu pantun yang juga menyentil soal ikan.
"Tuan menangkap Ikan
Jangan dimakan daun asparagus
Melihat Bapak Zulkifli Hasan
Ingat Janji bulan Agustus"
Pantun yang singkat ini, sontak membuat Menteri Susi bereaksi.
Tak hanya itu, di penghujung sambutannya, Ustaz Somad kembali membacakan pantun yang membuat semua tamu tersenyum lebar dan tertawa terpingkal-pingkal.
Adapun pantun yang dibacakan Ustaz Abdul Somad itu yakni:
"Kalau Makan Ikan Gulama
Jangan Dimakan di dalam pinggan
Sebenarnya saya bisa berlama-lama
Tapi saya takut ditenggelamkan"
Video yang diunggah ke halaman media sosial facebook pada 14 April 2018 lalu melalui akun Daily Motivation, video tersebut telah ditonton sebanyak 817 ribu tayangan, dengan 41 ribu tanggapan.
Selain itu, video tersebut juga telah dibagikan sebanyak 16 ribu kali, dengan 7 ribu komentar.
Adapun komentar yang disampaikan para warganet tersebut yakni:
Heranof Firdaus Bin Amriel: Wah keren UAS, jadi tokoh perubahan Republika. Padang selalu setia..
Sal Bani: Masya allah emang ustadz abd somad menyejukkan hati
Bunda Kanza :Mashaa Allah..Tabarokallahu... Semoga tetap istiqomah ustadz.
Simak videonya di bawah ini:
0 Response to " "
Posting Komentar