Loading...
Loading...
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinto Pasaribu menyambut baik hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas yang menemukan bahwa elektabilitas petahana Joko Widodo terus merangkak naik dengan angka 55,9 persen. Sementara Prabowo Subianto 14,1 persen.
“Ya kami menyambut baik itu hasil survei, maupun hasil polling yang menampakkan potret kinerja kepemimpinan Pak Jokowi selama ini diapresiasi baik oleh publik. Baik itu sisi politik dan keamanan, sisi hukum, ekonomi dan kesejahteraan,” kata Masinton di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta Pusat, Senin (23/4).
Anggota Komisi III DPR ini menilai, hasil survei itu akan menjadi modal untuk Jokowi yang nantninya maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.
“Yang dikerjakan Pak Jokowi ini kan ternyata diapresiasi baik oleh publik karena memang pekerjaan-pekerjaan, proyek-proyek besar yang selama ini terbengkalai atau belum pernah dikerjakan bisa dikerjakan oleh Pak Jokowi,” ucapnya.
Namun kata Sinton sapaan akrabnya, survei itu bukan satu-satunya menjadi indikator keberhasilan Jokowi. Tapi, pihaknya akan memanfaatkan temuan itu sebagai tolak ukur dan pemacu semangat dalam memperjuangkan Jokowi.
“Survei itu kan potret saat ini. Tentu ke depannya harus di kerjakan lebih serius lagi, tapi survei itu potret hari ini realitanya publik mengapresiasi baik, nah tentu ini menjadi tugas yang harus di tingkatkan ke depan. Sehingga apresiasi publiknya semakin baik, dan semakin percaya bahwa kepemimpinan Pak Jokowi adalah yg terbaik di republik ini,” pungkas Masinton.
Survei Litbang Kompas dilakukan pada 21 Maret-1 April menunjukan responden yang memilih Jokowi mencapai 55,9 persen. Sementara itu, potensi keterpilihan Prabowo Subianto 14,1 persen.
Survei ini dilakukan secara tatap muka terhadap 1.200 responden secara periodik oleh Litbang Kompas pada 21 Maret-1 April 2018.
Populasi survei warga Indonesia berusia di atas 17 tahun. Reponden dipilih secara acak bertingkat di 32 provinsi Indonesia dan jumlahnya ditentukan secara proporsional. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen, margin of error plus minus 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
“Ya kami menyambut baik itu hasil survei, maupun hasil polling yang menampakkan potret kinerja kepemimpinan Pak Jokowi selama ini diapresiasi baik oleh publik. Baik itu sisi politik dan keamanan, sisi hukum, ekonomi dan kesejahteraan,” kata Masinton di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta Pusat, Senin (23/4).
Anggota Komisi III DPR ini menilai, hasil survei itu akan menjadi modal untuk Jokowi yang nantninya maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang.
“Yang dikerjakan Pak Jokowi ini kan ternyata diapresiasi baik oleh publik karena memang pekerjaan-pekerjaan, proyek-proyek besar yang selama ini terbengkalai atau belum pernah dikerjakan bisa dikerjakan oleh Pak Jokowi,” ucapnya.
Namun kata Sinton sapaan akrabnya, survei itu bukan satu-satunya menjadi indikator keberhasilan Jokowi. Tapi, pihaknya akan memanfaatkan temuan itu sebagai tolak ukur dan pemacu semangat dalam memperjuangkan Jokowi.
“Survei itu kan potret saat ini. Tentu ke depannya harus di kerjakan lebih serius lagi, tapi survei itu potret hari ini realitanya publik mengapresiasi baik, nah tentu ini menjadi tugas yang harus di tingkatkan ke depan. Sehingga apresiasi publiknya semakin baik, dan semakin percaya bahwa kepemimpinan Pak Jokowi adalah yg terbaik di republik ini,” pungkas Masinton.
Survei Litbang Kompas dilakukan pada 21 Maret-1 April menunjukan responden yang memilih Jokowi mencapai 55,9 persen. Sementara itu, potensi keterpilihan Prabowo Subianto 14,1 persen.
Survei ini dilakukan secara tatap muka terhadap 1.200 responden secara periodik oleh Litbang Kompas pada 21 Maret-1 April 2018.
Populasi survei warga Indonesia berusia di atas 17 tahun. Reponden dipilih secara acak bertingkat di 32 provinsi Indonesia dan jumlahnya ditentukan secara proporsional. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen, margin of error plus minus 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
0 Response to " "
Posting Komentar