Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad meminta kasus penyerangan yang menimpa Novel Baswedan agar segera diungkap, karena hingga saat ini tak kunjung diketahui pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK tersebut.

“Apalagi kasus tersebut sudah cukup lama, dan bila itu tidak terungkap, maka akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap KPK,” kata Abraham kepada wartawan di Palembang, Minggu (22/4).

Menurut dia, bila kasus tersebut tidak terungkap, bisa saja nantinya penyidik KPK yang lainnya akan terkena kasus yang sama.

Oleh karena itu, kata dia, KPK harus terus berkomunikasi dengan pemerintah guna mengungkap kasus Novel tersebut.

Menurut dia, pembentukan tim pencari fakta dalam mencari pelaku kasus tersebut harus segera dilakukan.

“Tim independen itulah yang nantinya berkerja untuk membantu mengungkap fakta atas kasus anggota penyidik KPK tersebut,” ujarnya.

Sebab KPK masih menjadi harapan bagi masyarakat dalam mengungkap kasus korupsi.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya minta agar KPK lebih maksimal lagi untuk mengungkap kasus tersebut.

Walaupun dia tidak lagi menjadi Ketua KPK, tetapi dirinya rutin melakukan komunikasi terhadap lembaga anti rasuah itu.

“Bahkan saya sering memberikan masukan dalam pemberantasan korupsi tersebut,” kata dia.

Diketahui, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor.

Novel saat itu sedang berjalan menuju rumahnya setelah menjalankan shalat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan kasus itu hingga belum terungkap.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1