Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Desakan agar Prabowo Subianto mengurungkan niatnya untuk maju di Pilpres 2019 semakin menguat. Sebab beberapa kalangan menilai Ketua Umum Gerindra itu akan kalah lagi di ajang lima tahunan ini.

Pengamat Politik, Pangi Syarwi Chaniago mnganggap sudah saatnya Prabowo realistis.

"Soal momentum dan perhitungan, beliau sudah lewat. Perhitungan dan kalkulasi dilakukan secara matematika politik sehingga enggak salah hitung," kata Pangi di Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Pangi mencontohkan soal komentar sang adik, Hashim Djojohadikusumo yang menyebut alasan kesehatan jadi pertimbangan utama Prabowo untuk mengarungi Pilpres 2019.

"Soal komentar dan sinyal Hasyim yang tak lain adik Prabowo sangat jelas mempertimbangkan soal kesehatan Prabowo. Melihat hasil pilkada Juni 2018 khususnya soal amunisi, ini sinyal dan kode. Penetapan pasangan capres dan cawapres berakhir bulan Agustus, masih ada waktu untuk berfikir ulang (untuk maju), walaupun sekarang ada gerakan untuk mendesak Prabowo deklarasi capres dan cawapres," paparnya.

Pangi menilai, perlu ada tokoh baru selain Prabowo untuk mengalahkan Joko Widodo sebagai incumbent.

"Kalau Prabowo head to head sama Jokowi, itu artinya sama saja Prabowo kembali memberikan tiket gratis kepada Jokowi untuk kembali menjadi presiden dua periode," katanya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1