Loading...
Loading...
Loading...
Loading...


VIVA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid mengaku masih heran, kenapa nama aktivis Ratna Sarumpaet bisa masuk dalam Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Padahal, menurut dia, Ratna pernah mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Bu Ratna itu, saya juga agak aneh ya, kok dia masuk ke menjadi timses (Prabowo-Sandi), karena kan kalau ukurannya dengan koalisi PKS dan Gerindra melalui Pilgub di DKI, lah kan beliau pendukung Ahok," kata Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 8 Oktober 2018.

Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN ini mendasarkan hal itu pada Ratna, yang pernah berfoto dengan menggunakan baju kotak-kotak. Motif baju yang identik dengan Ahok.

"Beliau pakai baju kotak-kotak dengan anaknya, berbangga hati begini menyatakan akan memenangkan Ahok. Ada foto dia dengan Ahok dan sebagainya," ujar Hidayat.

Hidayat memastikan, dikeluarkannya Ratna dari BPN telah melalui evaluasi yang mendalam. Pihaknya juga ke depan akan lebih hati-hati dalam memasukkan orang ke kubunya.

"Jadi pelajaran serius bagi tim Prabowo, untuk memastikan ke depannya akan lebih hati-hati dan steril lagi," kata dia.

Sebelumnya, Ratna juga telah ditangkap polisi, Kamis malam, 4 Oktober 2018, di Bandara Soekarno Hatta, saat hendak bertolak ke Chile. Ratna ditangkap atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax terkait penganiayaan terhadapnya.

Dia disangkakan dengan Pasal 14 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang Undang ITE. Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. (asp)

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1