Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Video Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin saat masih mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa viral lagi. Ngabalin buka suara.

"Menanggapi viralnya video saya, ya itulah teknologi dihadirkan untuk membantu manusia dalam mendeteksi aktivitas publik kita di waktu lalu dan ini harus disyukuri. Jejak digital juga menjelaskan tentang sesuatu yang benar dan terbukti adanya," ujar Ngabalin saat dikonfirmasi, Senin (10/9/2018).

Ngabalin yang merupakan kader Golkar menyebut dirinya dalam video itu murni menjalankan keputusan partai saat itu yang mengusung Prabowo-Hatta. Totalitas dalam mendukung, kata Ngabalin, mesti dijalankan.

Kini Ngabalin menegaskan sikapnya dalam mendukung Prabowo-Hatta telah berakhir seiring kalahnya pasangan tersebut melawan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ngabalin mengatakan tak ada yang harus disesali. Justru dia mengaku bersyukur Prabowo-Hatta kalah.

"Alhamdulillah Prabowo-Hatta ditakdirkan kalah. Sebagai partai politik, Golkar harus tetap optimistis dan move on," ucap Ngabalin.

Golkar seusai Prabowo kalah di 2014, menyatakan dukungan ke Jokowi. Partai berlogo pohon beringin itu juga mengusung Jokowi-Ma'ruf Amin untuk 2019. Sebagai kader, Ngabalin akan total mendukung Jokowi.

Dia menegaskan video masa lalunya yang viral tak menggambarkan sikapnya untuk Pilpres 2019 ini.

"Golkar memilih memberi dukungan pada Jokowi dalam musyawarah partai, lagi-lagi saya memilih total memberikan dukungan penuh, kepada Yang Mulia Presiden Jokowi," ucap Ngabalin.

"Saya siap atas nama amanah dan untuk sebuah kebenaran. Hidup ini adalah pilihan dan saya tidak bercanda akan sebuah nilai akan keyakinan dan kebenaran. Hidup ini pilihan yes or not, now or never, to be or not to be. Itulah sebuah sikap," sebut Ngabalin.

Pria yang khas dengan serban putih di kepalanya ini menegaskan dirinya anti-sogok dan tak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Karenanya, sikapnya mendukung Jokowi saat ini ditegaskan Ngabalin murni tulus dari hati.

"Saya sangat sadar akan apa yang saya lakukan, saya sangat siap akan penilaian apa pun yang tujukan pada diri saya. Saya pun merasa tidak ada yang kejam apalagi menyakitkan dengan diputarnya kembali rekaman dukungan masa lalu ke Prabowo-Hatta," sebut Ngabalin.

"Ada niat yang tulus dan ikhlas atas nama bangsa dan kehormatan pimpinan lagi-lagi saya telah bertekad mengikuti semua titah Bapak Presiden Jokowi," imbuh dia.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1