Loading...
Loading...
Partai Gerindra merespons kembali perkataan yang dilontarkan kubu Jokowi terkait nama koalisinya yang dicap jadul dan berbau Orde Baru. Gerindra mengatakan Jokowi banyak mengingkari janji selama masa kepemimpinannya.
“Kalo soal nama, ya itu urusan merekalah, yang pasti Pak Prabowo enggak pernah nipu rakyat. Enggak pernah janji-janji nipu rakyat. Itu loh yang penting. Daripada ngaku kerja, kerja, kerja. Anda berjanji di 2014 Anda akan melaksanakan janji-janji ini, ternyata Anda tak mampu melaksanakan,” ujar Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade ketika dihubungi kumparan, Rabu (19/9).
Adapun janji-janji yang disebutkan Andre, yaitu masalah impor bahan pokok, utang, dan meningkatkan perekonomian Indonesia.
“Anda enggak impor bahan pokok, ternyata Anda impor. Anda janji enggak ngutang ternyata Anda ngutang. Anda janji naikkan ekonomi 8% ternyata ekonomi Indonesia nyungsep. Anda janji mau beli Indosat, enggak jelas itu Indosatnya ke mana sekarang. Anda janji banyak,” ujarnya.
Andre juga menepis perkataan Raja Juli Antoni selaku Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, yang mengatakan nama koalisi milik kubu Prabowo-Sandi berbau Orde Baru. Menurut Andre justru sebaliknya.
Demokrasi dan keadilan dianggap hilang olehnya di masa kepemimpinan Jokowi ini. Ia mengatakan, banyak penangkapan yang tak berdasar di era Jokowi ini.
“Faktanya, orang ditangkap di zaman Pak Jokowi ini. Orang ditangkap tanpa proses pengadilan. Contoh Al-Khaththath (Sekjen Forum Islam) ditangkap, ditahan berbulan-bulan di penjara. Habis itu enggak jelas kasusnya dilepas. Sri Bintang Pamungkas juga seperti itu,” ujarnya.
“Lalu Anda bisa bubarin ormas tanpa pengadilan. Itukan cara-cara orde baru. Siapa yang pakai cara-cara orde baru? Jokowi itu,” sambungnya.
“Kalo soal nama, ya itu urusan merekalah, yang pasti Pak Prabowo enggak pernah nipu rakyat. Enggak pernah janji-janji nipu rakyat. Itu loh yang penting. Daripada ngaku kerja, kerja, kerja. Anda berjanji di 2014 Anda akan melaksanakan janji-janji ini, ternyata Anda tak mampu melaksanakan,” ujar Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade ketika dihubungi kumparan, Rabu (19/9).
Adapun janji-janji yang disebutkan Andre, yaitu masalah impor bahan pokok, utang, dan meningkatkan perekonomian Indonesia.
“Anda enggak impor bahan pokok, ternyata Anda impor. Anda janji enggak ngutang ternyata Anda ngutang. Anda janji naikkan ekonomi 8% ternyata ekonomi Indonesia nyungsep. Anda janji mau beli Indosat, enggak jelas itu Indosatnya ke mana sekarang. Anda janji banyak,” ujarnya.
Andre juga menepis perkataan Raja Juli Antoni selaku Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, yang mengatakan nama koalisi milik kubu Prabowo-Sandi berbau Orde Baru. Menurut Andre justru sebaliknya.
Demokrasi dan keadilan dianggap hilang olehnya di masa kepemimpinan Jokowi ini. Ia mengatakan, banyak penangkapan yang tak berdasar di era Jokowi ini.
“Faktanya, orang ditangkap di zaman Pak Jokowi ini. Orang ditangkap tanpa proses pengadilan. Contoh Al-Khaththath (Sekjen Forum Islam) ditangkap, ditahan berbulan-bulan di penjara. Habis itu enggak jelas kasusnya dilepas. Sri Bintang Pamungkas juga seperti itu,” ujarnya.
“Lalu Anda bisa bubarin ormas tanpa pengadilan. Itukan cara-cara orde baru. Siapa yang pakai cara-cara orde baru? Jokowi itu,” sambungnya.
0 Response to " "
Posting Komentar