Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Partai Berkarya menanggapi sikap politik beberapa DPD Partai Demokrat yang memberikan dukungan ke pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Bukannya diberi sanksi, Demokrat malah memberikan dispensasi kepada sejumlah DPD atas dukungan tersebut.

Padahal, Demokrat termasuk koalisi pengusung pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019. 

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan, bahwa aksi dukung mendukung adalah suatu hal yang biasa terjadi di ajang demokrasi baik pilkada maupun pilpres. Sehingga, ketika ada sebagian kader yang tidak menaati garis keputusan partai harusnya tak perlu disikapi secara berlebihan.

“Menyebrang itu biasa, peristiwa biasa, lumrah terjadi. Bukan berita yang heboh atau sengaja dihebohkan, hal yang biasa terjadi,” kata Priyo usai rapat sekjen koalisi di posko pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/9).

Pertemuan Capres dan Cawapres pasangan Prabowo-Sandi bersama sejumlah pejabat pendukung di Kartanegara, Jakarta, Jumat (7/9) (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Priyo justru balik mempertanyakan bagaimana seandainya jika banyak sosok politikus dari partai sebelah yang mendukung Prabowo-Sandi. Priyo lantas mengungkapkan, ada sejumlah politikus partai koalisi Jokowi-Ma'ruf yang bakal mendukung Prabowo-Sandi. Bahkan, menurut Priyo, dukungan tersebut sangat signifikan.

“Saya enggak mengumumkan, nanti akan ada. Itu adalah peristiwa politik yang sangat biasa dan lumrah terjadi. Nanti dalam waktu yang tidak terlalu lama, nanti dari kubu sebelah juga ada tokoh-tokoh politik ternama dan Anda semua kenal. Ya signifikan yang nanti akan memaklumkan untuk beralih mendukung Prabowo-Sandi,” ungkap mantan politikus Golkar itu.

Presiden Jokowi mengumumkan nama Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional di Posko Cemara, Jumat (7/9/18). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Namun, Priyo enggan membocorkan siapa saja politikus yang dimaksudnya tersebut. Yang jelas, dia memastikan, akan ada politikus parpol koalisi dari rival politiknya yang akan mendukung Prabowo-Sandi. 

Ia juga meminta agar kepala daerah yang baru terpilih untuk tidak terang-terangan mendukung dan memenangkan kandidat tertentu dalam pilpres

“Ya tunggu saja nanti. Cuma saran saya begini, dari segi etika politik, para gubernur, bupati, wali kota yang baru terpilih baru-baru ini, kan baru saja mereka habis energi untuk memenangkan pemilu mereka. Ini secara etika lebih baik mereka konsentrasi untuk menjalankan tugas,” pungkasnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1