Loading...
Loading...
Kubu Prabowo-Sandi balik menyerang kubu Jokowi-Ma’ruf yang mengatakan nama Koalisi Indonesia Adil Makmur jadul. Kubu Prabowo-Sandi mengatakan malah nama Koalisi Kerja hanya sebatas nama.
“Jadi kalau orang tidak mau mencapai itu berarti mengarah pada hal yang tidak baik. Apalagi orang misalnya bilang koalisi kerja, koalisi kerja, tapi kerjanya enggak bener. Ngapain? Ya enggak? Nah gitu,” tegas Anggota Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay kepada kumparan, Rabu (19/9).
Saleh juga mengatakan, nama ini sesuai dengan tujuan berpolitik yang tidak lain memang menciptakan masyarakat yang makmur. “Bukan jadul dong. Malah modern. Modern karena memang tujuannya kan itu,” ujarnya.
Saleh menganggap kata jadul yang diberikan kepada Koalisi Indonesia Adil Makmur hanya dilontarkan oleh orang yang tidak paham. “Wajar-wajar saja kita sekarang itu, malah sekarang masyarakat merasa tidak adil dan makmur, karena memang tidak paham,” tukasnya.
Terkait filosofi di balik nama Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, Saleh mengatakan, hal ini mengarah kepada upaya menciptakan keadilan dan kesejahteraan karena hal itu dianggapnya sebagai sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.
“Jadi, jika keadilan dan kesejahteraan itu tercapai. Itu dibutuhkan siapa saja. Oleh orang tua, anak muda, oleh milenial, oleh masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan. Semua membutuhkan itu. Keadilan dan kesejahteraan kemakmuran itu,” tutupnya.
Raja Juli juga mengatakan nama koalisi Prabowo-Sandi seperti mewarisi era orde baru. Saleh kemudian mengatakan, banyak hal yang diwarisi dari orde baru.
“Jadi kalau orang tidak mau mencapai itu berarti mengarah pada hal yang tidak baik. Apalagi orang misalnya bilang koalisi kerja, koalisi kerja, tapi kerjanya enggak bener. Ngapain? Ya enggak? Nah gitu,” tegas Anggota Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay kepada kumparan, Rabu (19/9).
Saleh juga mengatakan, nama ini sesuai dengan tujuan berpolitik yang tidak lain memang menciptakan masyarakat yang makmur. “Bukan jadul dong. Malah modern. Modern karena memang tujuannya kan itu,” ujarnya.
Saleh menganggap kata jadul yang diberikan kepada Koalisi Indonesia Adil Makmur hanya dilontarkan oleh orang yang tidak paham. “Wajar-wajar saja kita sekarang itu, malah sekarang masyarakat merasa tidak adil dan makmur, karena memang tidak paham,” tukasnya.
Terkait filosofi di balik nama Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, Saleh mengatakan, hal ini mengarah kepada upaya menciptakan keadilan dan kesejahteraan karena hal itu dianggapnya sebagai sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.
“Jadi, jika keadilan dan kesejahteraan itu tercapai. Itu dibutuhkan siapa saja. Oleh orang tua, anak muda, oleh milenial, oleh masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan. Semua membutuhkan itu. Keadilan dan kesejahteraan kemakmuran itu,” tutupnya.
Raja Juli juga mengatakan nama koalisi Prabowo-Sandi seperti mewarisi era orde baru. Saleh kemudian mengatakan, banyak hal yang diwarisi dari orde baru.
0 Response to " "
Posting Komentar