Loading...
Loading...
KRICOM - Sekjen PPP, Arsul Sani langsung merespon sindiran Waketum Gerindra, Fadli Zon yang menyebut PPP menjadi salah satu parpol koalisi yang tak solid mendukung Jokowi-Ma'ruf.
Menurut Arsul, pernyataan Fadli Zon tak ubahnya seperti seorang yang tengah kecewa.
"Mas Fadli Zon dan kawan-kawan sedang menghibur diri karena rupanya banyak ditinggal struktur dan akar rumput partai Demokrat untuk dukung Pak Jokowi," kata Arsul kepada wartawan, Senin (10/9/2018).
Ia pun tak mau menanggapi serius ucapan Fadli saat menanggapi sikap Demokrat yang memberikan dispensasi kepada DPD Demokrat yang memilih melabuhkan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf.
Ia menilai, tudingan PPP sebagai partai yang tak solid dalam mendukung Jokowi-Ma'ruf sebagai hiburan semata.
"Kami ketawa saja, mudah-mudahan dengan cara seperti itu kegalauan mereka sedikit terobati," imbuhnya.
Di sisi lain, ia menganggap suara dari akar rumput sebuah partai politik bisa memiliki andil besar dalam keputusan partai. Hal itulah yang dirasakan PPP yang menyerap aspirasi akar rumput dalam mendukung Jokowi sejak awal.
"Sebagaimana bisa dilihat dari hasil survei eksternal maupun internal kami sendiri, maka persentase dukungan terhadap paslon Jokowi-Ma'ruf Amin justru makin membesar. Ini seiring dengan fakta bahwa cawapresnya adalah seorang figur santri bahkan ulama atau sosok agamis yang menjadi kriteria PPP berdasarkan aspirasi akar rumput," tegasnya.
Senada dengan itu, PPP justru menyindir sikap Gerindra yang terkesan mengabaikan aspirasi para ulama yang mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.
"Justru Gerindra dan koalisinya yang meninggalkan ulama dengan tidak mempedulikan rekomendasi ulama seperti yang diputuskan dalam Ijtima Ulama tempo hari," pungkasnya.
Menurut Arsul, pernyataan Fadli Zon tak ubahnya seperti seorang yang tengah kecewa.
"Mas Fadli Zon dan kawan-kawan sedang menghibur diri karena rupanya banyak ditinggal struktur dan akar rumput partai Demokrat untuk dukung Pak Jokowi," kata Arsul kepada wartawan, Senin (10/9/2018).
Ia pun tak mau menanggapi serius ucapan Fadli saat menanggapi sikap Demokrat yang memberikan dispensasi kepada DPD Demokrat yang memilih melabuhkan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf.
Ia menilai, tudingan PPP sebagai partai yang tak solid dalam mendukung Jokowi-Ma'ruf sebagai hiburan semata.
"Kami ketawa saja, mudah-mudahan dengan cara seperti itu kegalauan mereka sedikit terobati," imbuhnya.
Di sisi lain, ia menganggap suara dari akar rumput sebuah partai politik bisa memiliki andil besar dalam keputusan partai. Hal itulah yang dirasakan PPP yang menyerap aspirasi akar rumput dalam mendukung Jokowi sejak awal.
"Sebagaimana bisa dilihat dari hasil survei eksternal maupun internal kami sendiri, maka persentase dukungan terhadap paslon Jokowi-Ma'ruf Amin justru makin membesar. Ini seiring dengan fakta bahwa cawapresnya adalah seorang figur santri bahkan ulama atau sosok agamis yang menjadi kriteria PPP berdasarkan aspirasi akar rumput," tegasnya.
Senada dengan itu, PPP justru menyindir sikap Gerindra yang terkesan mengabaikan aspirasi para ulama yang mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.
"Justru Gerindra dan koalisinya yang meninggalkan ulama dengan tidak mempedulikan rekomendasi ulama seperti yang diputuskan dalam Ijtima Ulama tempo hari," pungkasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar