Loading...
Loading...
KRICOM - Sejumlah relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung di Pro Jokowi (Projo) pada pemilihan presiden 2014 lalu membelot dan menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di pemilihan presiden 2019 mendatang. Salah satu yang membelot adalah Sekjen Projo, Guntur Siregar.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum relawan Pro Joko Widodo (Projo) Budi Arie Setiadi mengatakan pendukung Jokowi itu sebelumnya sudah diberhentikan dari kepengurusan Projo pada Rakernas Projo yang ke III tahun lalu.
"Bukan Sekjen, mantan Sekjen Projo yang sudah diberhentikan oleh teman-teman Projo sendiri dari DPC dan DPD Projo di seluruh Indonesia di Rakernas III tahun lalu," kata Budi saat ditemui di hotel Grand Sahid Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).
Menurutnya, pemberhentian itu karena mereka yang meminta dengan alasannya rasis dan tidak menjalanlan fungsi-fungsi organisasi di Projo.
"Tanya saja mereka (Projo). Mereka yang minta berhentikan karena alasannya rasis tidak menjalankan fungsi-fungsi organisasi. Ini kan Projo yang di sini, semua Projo yang ada gerbongnya," paparnya.
Lebih lanjut, ia mengamini jika mantan relawan Jokowi tersebut memilih membelot lantaran menganggap Presiden RI Joko Widodo tidak menjalankan program Nawacita yang digaungkan selama kampanye Pilpres 2014 lalu. Diakuinya hal itu jadi hak para mantan relawan untuk menilai.
"Ya itu kan penilaian yang bersangkutan. Kalau penilaian kami, Jokowi on the right track, makanya kita bilang Jokowi lagi. Kalau punya keinginan pribadi yang tidak tersampaikan ya jangan salahkan organisasi," tegasnya.
Di sisi lain, ia menegaskan diberhentikannya relawan Projo tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan sakit hati. Ia juga menyerahkan semuanya kepada penilaian pribadi atau masing-masing.
"Ya itu penilaianlah, cuma kami sudah sampaikan keputusan pemberhentian yang bersangkutan dari Projo itu karena dia sangat rasis dan tidak jalanin fungsi-fungsi organisasi," tutupnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum relawan Pro Joko Widodo (Projo) Budi Arie Setiadi mengatakan pendukung Jokowi itu sebelumnya sudah diberhentikan dari kepengurusan Projo pada Rakernas Projo yang ke III tahun lalu.
"Bukan Sekjen, mantan Sekjen Projo yang sudah diberhentikan oleh teman-teman Projo sendiri dari DPC dan DPD Projo di seluruh Indonesia di Rakernas III tahun lalu," kata Budi saat ditemui di hotel Grand Sahid Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).
Menurutnya, pemberhentian itu karena mereka yang meminta dengan alasannya rasis dan tidak menjalanlan fungsi-fungsi organisasi di Projo.
"Tanya saja mereka (Projo). Mereka yang minta berhentikan karena alasannya rasis tidak menjalankan fungsi-fungsi organisasi. Ini kan Projo yang di sini, semua Projo yang ada gerbongnya," paparnya.
Lebih lanjut, ia mengamini jika mantan relawan Jokowi tersebut memilih membelot lantaran menganggap Presiden RI Joko Widodo tidak menjalankan program Nawacita yang digaungkan selama kampanye Pilpres 2014 lalu. Diakuinya hal itu jadi hak para mantan relawan untuk menilai.
"Ya itu kan penilaian yang bersangkutan. Kalau penilaian kami, Jokowi on the right track, makanya kita bilang Jokowi lagi. Kalau punya keinginan pribadi yang tidak tersampaikan ya jangan salahkan organisasi," tegasnya.
Di sisi lain, ia menegaskan diberhentikannya relawan Projo tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan sakit hati. Ia juga menyerahkan semuanya kepada penilaian pribadi atau masing-masing.
"Ya itu penilaianlah, cuma kami sudah sampaikan keputusan pemberhentian yang bersangkutan dari Projo itu karena dia sangat rasis dan tidak jalanin fungsi-fungsi organisasi," tutupnya.
0 Response to " "
Posting Komentar