Loading...
Loading...
KRICOM - Politisi Ruhut Sitompul merasa yakin dengan para ulama yang berada di kubu Jokowi sebagai ulama yang mampu mengayomi umat di Indoneaia. Ruhut menilai, kenyataan itu sangat terlihat dari sosok KH Ma'ruf Amin yang memiliki track record baik di MUI maupun di NU.
"Tapi kita juga harus berpikir positif dengan Ijtima Ulama yang sudah mendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Kita harus hormati mereka, juga sebagai ulama," kata Ruhut di Jakarta, Jumat (21/9/2018).
Memang, Ruhut mengapresiasi Ijtima Ulama I yang menginginkan bangsa ini lebih baik. Tapi dia kecewa dengan Ijtima Ulama II yang mendukung Prabowo secara tiba-tiba.
"Jujur aja, kalau bicara ulama, Pak Ma'ruf Amin lebih bagus. Coba dilihat sajalah. Ma'ruf Amin itu bergelar Profesor loh yang sudah pasti memiliki kemampuan mengelola ekonomi syariah," katanya.
Disisi lain, Ruhut mengkritisi gelar ulama yang disematkan Fahri Hamzah pada Cawapres Sandiaga Uno beberapa waktu lalu. Kata dia, Sandi bukan ulama, melainkan sosok pedagang yang sukses dengan segala bisnis-bisnisnya.
"Tuhan itu tidak pernah tidur. Sandi itu bukan ulama, itu sih pedagang namanya. Dia itu sudah aku anggap adik. Sering aku kritisi ketika masih sebagai wagub. Bahkan ibunya bilang ke saya: Bang Ruhut jangan gitulah, ini kan adek Abang. Bantu dia lah," katanya.
Ruhut berharap perhelatan pilpres 2019 mendatang berjalan dengan sukses tanpa ujaran kebencian dan fitnah. Apalagi kampanye yang cendung memecah belah umat. Persaingan keduanya harus bisa menyejukan semua kalangan.
"Kalau aku ingin mengajak kepada semua pihak agar menjadiakan Pilpres ini sebagai persaingan yang fair. Jangan ada adu domba, apalagi memecah belah," tandasnya.
"Tapi kita juga harus berpikir positif dengan Ijtima Ulama yang sudah mendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Kita harus hormati mereka, juga sebagai ulama," kata Ruhut di Jakarta, Jumat (21/9/2018).
Memang, Ruhut mengapresiasi Ijtima Ulama I yang menginginkan bangsa ini lebih baik. Tapi dia kecewa dengan Ijtima Ulama II yang mendukung Prabowo secara tiba-tiba.
"Jujur aja, kalau bicara ulama, Pak Ma'ruf Amin lebih bagus. Coba dilihat sajalah. Ma'ruf Amin itu bergelar Profesor loh yang sudah pasti memiliki kemampuan mengelola ekonomi syariah," katanya.
Disisi lain, Ruhut mengkritisi gelar ulama yang disematkan Fahri Hamzah pada Cawapres Sandiaga Uno beberapa waktu lalu. Kata dia, Sandi bukan ulama, melainkan sosok pedagang yang sukses dengan segala bisnis-bisnisnya.
"Tuhan itu tidak pernah tidur. Sandi itu bukan ulama, itu sih pedagang namanya. Dia itu sudah aku anggap adik. Sering aku kritisi ketika masih sebagai wagub. Bahkan ibunya bilang ke saya: Bang Ruhut jangan gitulah, ini kan adek Abang. Bantu dia lah," katanya.
Ruhut berharap perhelatan pilpres 2019 mendatang berjalan dengan sukses tanpa ujaran kebencian dan fitnah. Apalagi kampanye yang cendung memecah belah umat. Persaingan keduanya harus bisa menyejukan semua kalangan.
"Kalau aku ingin mengajak kepada semua pihak agar menjadiakan Pilpres ini sebagai persaingan yang fair. Jangan ada adu domba, apalagi memecah belah," tandasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar