Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
KRICOM - Ketua Tim Penagih Janji Jokowi, Natalius Pigai menduga, ada agenda tersembunyi di balik melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pria asal Papua itu menduga hal itu berkaitan dengan Amerika Serikat (AS) yang tak ingin Joko Widodo (Jokowi) terpilih kembali menjadi Presiden RI.

"Rupiah melemah banyak ahli yang menganalisa ekonomi. Kalau menganalisa dari aspek politik, melemahnya rupiah ada indikasi negara asing seperti Amerika ingin Jokowi tak dua periode. Paling utama dua, pertama divestasi Newmont, divestasi Freeport," katanya kepada Kricom di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Selanjutnya, hubungan kuat antara China dan Indonesia, membuat Amerika tak suka dengan Jokowi.

"Indikasinya setelah Pilkada DKI, Wapres AS datang ke Indonesia. Mereka tak suka dengan Jokowi dan Ahok," sebut mantan Komisioner Komnas HAM ini

Amerika jug tersinggung karena dana divestasi untuk Freeport oleh Inalum dan Newmont NTB bersumber dari Cina. Menurutnya, hal itu bisa menyebabkan Cina mengambil alih posisi sebagai negara superpower nomor satu di dunia.

"Dan imperium bisnis Amerika dan pengaruhnya di kawasan Asia Pasifik terancam. Tahun 1998 George Soros ke Indonesia langsung borong mata uang dolar, rupiah terjun bebas sampai Rp 17 ribu," sebutnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1