Loading...
Loading...
KRICOM – Bakal Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak terpantau melayani para kaum dhuafa untuk menyediakan makanan gratis di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).
Dahnil mengaku, mengajak Sandiaga untuk menyediakan makanan kepada kaum dhuafa. Ketika diajak, Sandiaga sempat melayangkan penolakan. Kepada Dahnil, eks Wakil Gubernur DKI Jakarta ini takut dianggap melakukan pencitraan.
"Saya kemudian ajak. Tadi pas saya ajak, Pak Sandiaga takut, takut apa? Karena takut dianggap pencitraan," kata Dahnil ditemui di lokasi, Jakarta Pusat, Jumat ini.
Mendengar keraguan Sandiaga, Dahnil coba meyakinkan. Dia menerangkan bahwa kegiatan tersebut adalah program rutin bernama 'Warung Dhuafa PP Pemuda Muhammadiyah'.
"Saya bilang ini pekerjaan rutin PP Pemuda Muhammadiyah. Jadi kalau sudah rutin bukan pencitraan jadi kebiasaan," ucapnya.
Dia menerangkan, permintaan PP Pemuda Muhammadiyah kepada Sandiaga untuk melayani kaum dhuafa harus dianggap sebagai pesan penting. Pesan itu yakni setiap pemimpin wajib bersikap melayani para rakyatnya.
"Itu sebenarnya pesan ke Bang Sandiaga. Memang pemimpin itu harus terbiasa melayani. Pemimpin itu harus terbiasa berdialog, berdialog dengan siapapun. Kami yakin Bang Sandiaga punya kapasitas untuk itu. Karena itu, saya senang, itu jadi pesan simbolik, bahwa visi utama menjadi presiden dan wakil presiden itu untuk melayani," timpalnya.
Sementara itu, Sandiaga merasa senang diajak melayani para kaum dhuafa. Dia mengapresiasi PP Pemuda Muhammadiyah yang konsisten melayani kaum tak mampu dengan memberikan makanan gratis setiap Jumat.
"Ini sudah 4 tahun berjalan. Kita lihat antrian masih mengular. Ini merupakan salah satu keberpihakkan ke rakyat kecil. Saya tadi merasa, betul-betul pengalaman luar biasa bisa berinteraksi ke rakyat," paparnya singkat.
Dahnil mengaku, mengajak Sandiaga untuk menyediakan makanan kepada kaum dhuafa. Ketika diajak, Sandiaga sempat melayangkan penolakan. Kepada Dahnil, eks Wakil Gubernur DKI Jakarta ini takut dianggap melakukan pencitraan.
"Saya kemudian ajak. Tadi pas saya ajak, Pak Sandiaga takut, takut apa? Karena takut dianggap pencitraan," kata Dahnil ditemui di lokasi, Jakarta Pusat, Jumat ini.
Mendengar keraguan Sandiaga, Dahnil coba meyakinkan. Dia menerangkan bahwa kegiatan tersebut adalah program rutin bernama 'Warung Dhuafa PP Pemuda Muhammadiyah'.
"Saya bilang ini pekerjaan rutin PP Pemuda Muhammadiyah. Jadi kalau sudah rutin bukan pencitraan jadi kebiasaan," ucapnya.
Dia menerangkan, permintaan PP Pemuda Muhammadiyah kepada Sandiaga untuk melayani kaum dhuafa harus dianggap sebagai pesan penting. Pesan itu yakni setiap pemimpin wajib bersikap melayani para rakyatnya.
"Itu sebenarnya pesan ke Bang Sandiaga. Memang pemimpin itu harus terbiasa melayani. Pemimpin itu harus terbiasa berdialog, berdialog dengan siapapun. Kami yakin Bang Sandiaga punya kapasitas untuk itu. Karena itu, saya senang, itu jadi pesan simbolik, bahwa visi utama menjadi presiden dan wakil presiden itu untuk melayani," timpalnya.
Sementara itu, Sandiaga merasa senang diajak melayani para kaum dhuafa. Dia mengapresiasi PP Pemuda Muhammadiyah yang konsisten melayani kaum tak mampu dengan memberikan makanan gratis setiap Jumat.
"Ini sudah 4 tahun berjalan. Kita lihat antrian masih mengular. Ini merupakan salah satu keberpihakkan ke rakyat kecil. Saya tadi merasa, betul-betul pengalaman luar biasa bisa berinteraksi ke rakyat," paparnya singkat.
0 Response to " "
Posting Komentar