Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan pidato politiknya di depan 575 bacaleg NasDem. Acara pembekalan itu turut dihadiri Presiden Jokowi.

Di hadapan Jokowi, Paloh meminta seluruh kader NasDem untuk menjauhkan orang-orang yang memiliki pemikiran oportunis dan pragmatis. Maka dari itu, ia dan NasDem tidak akan merengek untuk meminta materi atau logistik kepada Jokowi pada Pemilu 2019. 

Namun, Paloh tak menolak jika Jokowi secara sukarela ingin memberikan bantuan materi atau logistik kepada NasDem. 

“Mau dibantu materi atau tidak, enggak usah khawatir Pak Presiden, kita tidak khawatir soal itu. Dikasih boleh, enggak dikasih enggak apa-apa. Tapi partai ini telah komit mengedepankan prinsip moralitas,” ucap Paloh di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (1/9).


Meski demikian, Paloh menegaskan tetap dukungan dan tekad NasDem untuk memenangkan Jokowi - Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Paloh menjelaskan, NasDem juga tak pernah mempermasalahkan pilihan Jokowi yang memilih Ma'ruf sebagai cawapres.

“Ini NasDem, dari segala keterbukaan betapa kami tetap bangga mendukung Jokowi. Maka untuk itu ketika Presiden memutuskan bersama koalisi pendukung pemerintah, untuk memilih Kiai Ma’ruf Amin sebagai pendamping menjadi cawapres, NasDem seketika itu juga, ini adalah pilihan kita bersama dengan seluruh risiko yang kita ambil,” kata Paloh.

Paloh memiliki keyakinan bahwa Jokowi bisa memimpin dua periode. Paloh juga sempat berkelakar, mengira Jokowi tidak akan hadir ke acara orientasi pembekalan NasDem. Karena harus hadir lebih dulu di rakornas PDIP, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. 

“Saya pikir Bapak Presiden tidak datang. Saya tunggu. Saya mau lihat Bapak Presiden kita sejauh mana. Saya bangga memiliki Presiden yang saya katakan seperti sahabat dan saudara kandungnya Partai NasDem,” tutupnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1