Loading...
Loading...
Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir mengaku mendapatkan teror sejak insiden penggedoran pintu toilet yang diceritakannya melalui WhatsApp (WA). Teror ini diklaim datang dari Garda 08 Prabowo.
“Sejak gue posting tentang insiden toilet Inas-Prabowo, kayaknya sih Prabowo enggak terima deh sama postingan gue,” ungkap Inas melalui pesan singkat kepada kumparan, Selasa (25/9).
Politsi Hanura ini mengaku awalnya tak peduli dengan pesan yang disebutnya dikirim kubu Prabowo. Namun, pesan itu terus masuk dan mengandung kata-kata kasar dan kotor.
Demi menghentikannya, Inas kemudian memblokir nomor yang mengirimkan pesan kasar tersebut. Namun, Inas terus dikirimi pesan dengan nomor yang berbeda karena terus-menerus diblokir oleh
Dalam pesannya, Inas juga menceritakan bahwa dirinya diajak berduel. “Emangnya gue preman jalanan? Di kubu sini mah semua pake otak pokoknya cool deh, tapi rupanya anak buah Prabowo pada temperamental semua nih, terlalu cepat lelah otaknya lalu langsung main otot!” kata Inas.
Inas menduga hal ini merupakan perintah Prabowo kepada anak buahnya untuk meneror dirinya. Tidak hanya pesan singkat, Inas mengaku mendapatkan telepon ancaman.
“Ngancem mau ngegebukin gue rame-rame, busyet dah! Bahkan doi share lokasi rumahnya yang dijadiin markas Garda 08, di Jalan Utan Kayu, Matraman, katanya sih agar gue lapor polisi,” jelasnya.
Inas menganggap anak buah Prabowo merasa kebal hukum dengan melakukan peneroran ini. “Gimana kalau Prabowo jadi Presiden? hancur negeri ini deh! Bahkan anak itu ngakunya mantan teroris di Poso dan Ambon! Astaghfirullah! untuk apa ya Prabowo ngerekrut mantan teroris?” ungkapnya.
Atas kejadian ini, rencananya Inas akan melaporkan ke polisi. "25 September 2018, antara jam 13.00 WIB sampai dengan 14.30 WIB. Melaporkan dugaan persekusi dan ancaman dari salah satu anggota dari organ pengawal Prabowo yakni Garda 08 untuk kepentingan Prabowo, kepada Inas N. Zubir, Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf," pungkasnya.
“Patut diduga bahwa persekusi dan ancaman ini adalah kelanjutan dari insiden toilet inas-prabowo yang terjadi pada saat kampanye damai di Monas pada tanggal 23 Sept 2018, sekitar jam 09.30,” tulisnya.
Sebelumnya, insiden penggedoran diceritakan Inas terjadi saat dirinya pergi ke toilet di Deklarasi Kampanye Damai, Minggu (23/9) kemarin. Hal ini kemudian dibantah oleh Gerindra dan dinyatakan sebagai fitnah.
“Sejak gue posting tentang insiden toilet Inas-Prabowo, kayaknya sih Prabowo enggak terima deh sama postingan gue,” ungkap Inas melalui pesan singkat kepada kumparan, Selasa (25/9).
Politsi Hanura ini mengaku awalnya tak peduli dengan pesan yang disebutnya dikirim kubu Prabowo. Namun, pesan itu terus masuk dan mengandung kata-kata kasar dan kotor.
Demi menghentikannya, Inas kemudian memblokir nomor yang mengirimkan pesan kasar tersebut. Namun, Inas terus dikirimi pesan dengan nomor yang berbeda karena terus-menerus diblokir oleh
Dalam pesannya, Inas juga menceritakan bahwa dirinya diajak berduel. “Emangnya gue preman jalanan? Di kubu sini mah semua pake otak pokoknya cool deh, tapi rupanya anak buah Prabowo pada temperamental semua nih, terlalu cepat lelah otaknya lalu langsung main otot!” kata Inas.
Inas menduga hal ini merupakan perintah Prabowo kepada anak buahnya untuk meneror dirinya. Tidak hanya pesan singkat, Inas mengaku mendapatkan telepon ancaman.
“Ngancem mau ngegebukin gue rame-rame, busyet dah! Bahkan doi share lokasi rumahnya yang dijadiin markas Garda 08, di Jalan Utan Kayu, Matraman, katanya sih agar gue lapor polisi,” jelasnya.
Inas menganggap anak buah Prabowo merasa kebal hukum dengan melakukan peneroran ini. “Gimana kalau Prabowo jadi Presiden? hancur negeri ini deh! Bahkan anak itu ngakunya mantan teroris di Poso dan Ambon! Astaghfirullah! untuk apa ya Prabowo ngerekrut mantan teroris?” ungkapnya.
Atas kejadian ini, rencananya Inas akan melaporkan ke polisi. "25 September 2018, antara jam 13.00 WIB sampai dengan 14.30 WIB. Melaporkan dugaan persekusi dan ancaman dari salah satu anggota dari organ pengawal Prabowo yakni Garda 08 untuk kepentingan Prabowo, kepada Inas N. Zubir, Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf," pungkasnya.
“Patut diduga bahwa persekusi dan ancaman ini adalah kelanjutan dari insiden toilet inas-prabowo yang terjadi pada saat kampanye damai di Monas pada tanggal 23 Sept 2018, sekitar jam 09.30,” tulisnya.
Sebelumnya, insiden penggedoran diceritakan Inas terjadi saat dirinya pergi ke toilet di Deklarasi Kampanye Damai, Minggu (23/9) kemarin. Hal ini kemudian dibantah oleh Gerindra dan dinyatakan sebagai fitnah.
0 Response to " "
Posting Komentar