Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ijtima Ulama II Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) memutuskan secara resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019.

Politisi PDI Perjuangan, Henry Yosodiningrat menilai bahwa Ijtima Ulama II tersebut adalah bentuk kepanikan PKS, Gerindra dan PAN sebagai Parpol Koalisi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

“Bahkan kepanikan itu telah menjelma dalam bentuk kampanye berbau SARA yang dibungkus dengan Pancasila sebagai kedok politik indentitas mereka,” ujar Henry saat dihubungi Jitunews.com, Selasa (18/9).

Dalam hal ini, Henry mengaku tidak khawatir dengan hasil Ijtima Ulama II yang sepakat untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019 mendatang.

Menurutnya, hasil Ijtima Ulama II tidak akan mempengaruhi suara pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin, pasalnya umat muslim di Indonesia sudah cerdas dalam menentukan Capres dan Cawapres.

“Sama sekali tidak, karena Ummat Islam itu cerdas, mereka bisa memilih antara yang bermanfaat dengan yang mudharat,” pungkasnya.

0 Response to " "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1