Loading...
Loading...
Itjima Ulama jilid II akan digelar pada Minggu (16/9). Terkait kegiatan besok, mantan Ketua Presidium Alumni 212 Kapitra Ampera mengungkapkan itjima ulama jilid II harus kembali kepada konsensus awal, yaitu mendukung ulama di Pemilu 2019.
“Batalkan ijtima ulama 2 kalau cuma kontrak politik. Nanti antum pasti kecewa. Untuk itu kembali ke konsensus, kembali ke Al-Quran. Jangan sampai kita hanya terpolarisasi,” tegas Kapitra di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9).
Saat itjima ulama jilid I, mereka meminta agar bakal capres Prabowo Subianto mengusung Habib Salim Segaf Al Jufri atau Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres. Itjima ulama juga mengusulkan Aa Gym dan Arifin Ilham sebagai cawapres.
Prabowo-Sandiaga Uno (Foto: istimewa)
Usulan itu pada akhirnya tidak dijalankan Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra itu menjatuhkan pilihannya kepada Sandiaga Uno untuk mendampinginya sebagai cawapres.
“Jadi (kalau) finalnya nanti dukung Prabowo-Sandi lalu bikin kontrak politik, wong di depan mata aja ditinggalkan, bagaimana dengan kontrak politik?” ujarnya.
Jika hal itu terjadi, menurut Kapitra, maka sama saja itjima ulama tidak mengindahkan konsensus awal mereka yang bersikukuh bahwa ulama setidaknya harus maju sebagai cawapres. Apabila ingin kembali ke konsensus awal, Kapitra menilai seharusnya ulama mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
“Yang benar itu tinggalkan Prabowo-Sandi, dukung Ma'ruf Amin sebagai wapres. Itu yang bener,” pungkasnya.
“Batalkan ijtima ulama 2 kalau cuma kontrak politik. Nanti antum pasti kecewa. Untuk itu kembali ke konsensus, kembali ke Al-Quran. Jangan sampai kita hanya terpolarisasi,” tegas Kapitra di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9).
Saat itjima ulama jilid I, mereka meminta agar bakal capres Prabowo Subianto mengusung Habib Salim Segaf Al Jufri atau Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres. Itjima ulama juga mengusulkan Aa Gym dan Arifin Ilham sebagai cawapres.
Prabowo-Sandiaga Uno (Foto: istimewa)Usulan itu pada akhirnya tidak dijalankan Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra itu menjatuhkan pilihannya kepada Sandiaga Uno untuk mendampinginya sebagai cawapres.
“Jadi (kalau) finalnya nanti dukung Prabowo-Sandi lalu bikin kontrak politik, wong di depan mata aja ditinggalkan, bagaimana dengan kontrak politik?” ujarnya.
Jika hal itu terjadi, menurut Kapitra, maka sama saja itjima ulama tidak mengindahkan konsensus awal mereka yang bersikukuh bahwa ulama setidaknya harus maju sebagai cawapres. Apabila ingin kembali ke konsensus awal, Kapitra menilai seharusnya ulama mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
“Yang benar itu tinggalkan Prabowo-Sandi, dukung Ma'ruf Amin sebagai wapres. Itu yang bener,” pungkasnya.
0 Response to " "
Posting Komentar